• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Konstelasi dan Asterism, apa bedanya?

Admin Website by Admin Website
August 30, 2022
in Artikel
0
Konstelasi dan Asterism, apa bedanya?
759
SHARES
3.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam Bahasa Indonesia, kumpulan bintang yang berpola dikenal dengan istilah konstelasi atau rasi bintang. Kata konstelasi merupakan serapan dari Bahasa Latin, constellacio yang berarti sekumpulan bintang, sementara rasi merupakan serapan dari Bahasa Sanskerta

राशि rāśi yang berarti ‘tanda atau simbol zodiak, kumpulan.

Bagi para pegiat astronomi, mengenal rasi bintang merupakan hal-hal awal dalam mengenal astronomi setelah mengenal nama planet dan fase-fase Bulan. Selain karena banyaknya taburan bintang di langit, keberadaan rasi bintang pun dimanfaatkan oleh para pecinta ramalan. 12 rasi bintang yang berada di ekliptika sering diidentikkan dengan hal ihwal kehidupan manusia, yang dikenal dengan astrologi.

Konstelasi bintang berkembang dari masa ke masa, pada perkembangan di Barat konstelasi mulai dikenal sejak abad ketiga sebelum Masehi, dengan 43 konstelasi. Pada abad kedua masehi Ptolomeus menambahkannya menjadi 48 konstelasi. Begitu pula pada masa perkembangan di Arab, dari buku Al-Sufi, tertulis 48 konstelasi. Untuk masa modern sejak tahun 1922, International Astronomical Union (IAU) sudah membuat table 88 konstelasi bintang lengkap dengan batasan-batasannya di langit.

Ternyata untuk mengelompokkan bintang, tidak hanya terbatas pada konstelasi saja. Jika konstelasi bintang merupakan bentuk formal dari pengelompokkan bintang di langit menurut pola yang dibentuk, maka ada bentuk informalnya namun sangat masyhur, yakni asterism. Asterism merupakan pengelompokkan bintang dengan pola tertentu yang bisa mencakup beberapa bintang dari beberapa konstelasi. Seperti asterism segitiga musim panas Vega (Lyra), Altair (Aquila), dan Deneb (Cygnus).

Asterism biasanya berisikan beberapa bintang dengan tingkat kecerahan yang mirip sehingga mudah untuk diidentifikasi oleh para pengamat. Asterism memang tidak baku layaknya konstelasi, namun memiliki peran yang penting bagi pengamat. Asterism dapat berperan dalam navigasi, pertanda musim, dan sebagai titik referensi dalam pengamatan.

Beberapa asterism yang cukup terkenal:

Previous Post

Majalah Observatoria Edisi – 24

Next Post

Riset Fajar dan Problem Metode Pengolahan Data

Next Post
Riset Fajar dan Problem Metode Pengolahan Data

Riset Fajar dan Problem Metode Pengolahan Data

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU