Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) menerima kunjungan internasional dari para pensyarah dan pelajar Program Falak Universiti Malaya (UM) Malaysia. Rombongan disambut hangat oleh tim OIF UMSU pada Rabu, 26 November 2025 / ٦ Jumadilakhir ١٤٤٧ H.
Kunjungan ini dilaksanakan setelah para pensyarah dan pelajar UM Malaysia mengikuti diskusi ilmiah ringkas di Aula Pascasarjana UMSU. Usai kegiatan tersebut, rombongan melanjutkan lawatan ke Observatorium Ilmu Falak UMSU untuk melihat langsung fasilitas dan instrumen pembelajaran falak yang dimiliki UMSU.



Selama kunjungan, tamu diajak berkeliling menelusuri berbagai ruangan di observatorium, mulai dari Planetarium UMSU, tempat mereka mengikuti simulasi penentuan arah kiblat dan benda langit. Rombongan juga mengunjungi Ruang Instrumen OIF UMSU untuk melihat sekaligus mencoba penggunaan berbagai instrumen falak, baik modern maupun klasik.
Di area luar, para tamu mengunjungi Kubah Ahmad Dahlan dan berkesempatan menggunakan teleskop untuk melihat langsung proses observasi astronomi. Suasana kunjungan berlangsung hangat dan antusias, terlebih ketika mahasiswa falak UMSU dan UM Malaysia saling berdiskusi dan bertukar pengalaman. Mahasiswa UM juga menyampaikan bahwa mereka sangat menantikan kunjungan balasan dari UMSU ke UM Malaysia.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mohammadin turut menyampaikan kesannya setelah mengikuti rangkaian kegiatan di OIF UMSU.
“Setelah berkunjung ke OIF UMSU, banyak inspirasi tentang ilmu falak yang dapat dibawa pulang ke Malaysia. Saya berharap pertemuan pada hari ini tidak terhenti sampai di sini. Ke depannya, semoga lebih banyak kegiatan ilmiah yang dapat dilaksanakan, khususnya kerja sama antara Universiti Malaya dan UMSU, seperti pertukaran pelajar, pertukaran staf, serta aktivitas pendidikan lainnya yang dapat mengukuhkan bidang ilmu falak ini,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan hubungan akademik antara kedua institusi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu falak di tingkat internasional.























