Observatorium Ilmu Falak UMSU melaksanakan kegiatan pengamatan akurasi arah kiblat pada momen Rashdul Kiblat yang berlangsung pada Kamis, 11 Zulhijah 1447 H / 28 Mei 2026 M di Kota Medan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Tim OIF UMSU, yaitu Hariyadi Putraga, Muhammad Sadam Andika, Rival Gibran Zein, Fadhil Asami To’at, dan Dimas Praslisetyo. Pengamatan berlangsung dengan lancar dan sukses tanpa kendala cuaca. Kondisi langit Kota Medan yang cerah memungkinkan proses observasi dilakukan secara optimal dan menghasilkan bayangan Matahari yang terlihat jelas sebagai penunjuk arah kiblat.
Momen Rashdul Kiblat merupakan fenomena astronomi ketika Matahari tepat berada di atas Ka’bah sehingga seluruh bayangan benda tegak di permukaan Bumi yang sedang terkena sinar Matahari akan mengarah tepat menuju kiblat. Fenomena ini menjadi salah satu metode paling akurat dalam verifikasi arah kiblat secara ilmiah dan praktis.
Ka’bah sendiri terletak pada koordinat 21° 25′ Lintang Utara dan 39° 50′ Bujur Timur. Sementara Kota Medan berada pada koordinat sekitar 03° 34′ Lintang Utara dan 98° 43′ Bujur Timur. Perbedaan posisi geografis tersebut menyebabkan arah bayangan Matahari di Kota Medan pada saat Rashdul Kiblat dapat dimanfaatkan sebagai acuan langsung untuk menentukan arah kiblat secara presisi.
Dalam kegiatan pengamatan ini, Tim OIF UMSU menggunakan tiga instrumen utama, yaitu Tiang Rashdul Kiblat, Al-Mawaqit Al-Syams, dan Tiang Keliling Bumi. Ketiga alat tersebut digunakan sebagai media observasi sekaligus sarana edukasi praktis untuk memahami konsep astronomi Islam dalam penentuan arah kiblat.
Selain pengamatan langsung, kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui akun TikTok OIF UMSU sebagai bentuk edukasi digital kepada masyarakat luas. Melalui siaran langsung tersebut, masyarakat dapat menyaksikan secara langsung proses pengamatan Rashdul Kiblat serta memahami cara menentukan arah kiblat dengan metode astronomi sederhana namun akurat.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari “Sosialisasi Momen Rashdul Kiblat OIF UMSU bersama Organisasi Mahasiswa UMSU” yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh OIF UMSU. Melalui rangkaian kegiatan ini, OIF UMSU terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Ilmu Falak dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di era digital saat ini, peran anak muda sangat penting dalam menyebarluaskan edukasi ilmu falak melalui media sosial, platform digital, dan konten kreatif yang mudah dipahami masyarakat. Dengan demikian, ilmu falak tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat umum secara modern dan interaktif.











