Medan – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sekaligus menandai peluncuran Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam (Prodi IF FAI) UMSU sukses menggelar pidato ilmiah bertajuk “Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Satu Kalender, Satu Umat, Satu Peradaban.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 5 Muharam 1447 H / 30 Juni 2025 M, bertempat di Ruang Planetarium, Lantai 7, Rooftop Gedung Kampus Pascasarjana UMSU, Jl. Denai, Kota Medan.
Pidato disampaikan langsung oleh Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A., selaku Kepala OIF UMSU, Ketua Prodi Ilmu Falak FAI UMSU, dan anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara ini turut dihadiri oleh dosen Ilmu Falak UMSU, para mahasiswa Ilmu Falak UMSU, serta mahasiswa dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Dalam pidatonya, Dr. Arwin menegaskan bahwa gagasan kalender global bukanlah hal baru dalam sejarah peradaban manusia.
“Sejak enam ribu tahun silam, di masa peradaban Sumeria—yang kini sisa-sisanya berada di wilayah Irak—masyarakat telah mengenal dan menerapkan kalender global,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa KHGT yang ditawarkan Muhammadiyah hadir sebagai solusi dan setara dengan kalender Masehi, yang selama ini digunakan secara administratif oleh masyarakat dunia. Jika kalender Masehi mampu menyatukan aktivitas global, maka kalender Hijriah seharusnya juga memiliki peluang yang sama.
“Inilah pertanyaan retoris dari Muhammadiyah: Mengapa kalender Islam tidak bisa bersifat global? Maka, KHGT adalah jawabannya,” tambahnya.
Lebih lanjut, kehadiran KHGT disebut sebagai langkah penting dalam memperkuat identitas peradaban Islam sekaligus menjaga marwah agama Islam itu sendiri.
Acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan literasi astronomi Islam serta dukungan terhadap integrasi KHGT sebagai sistem penanggalan global umat Islam di masa depan.













