Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Dosen FAI UMSU dan Kepala OIF UMSU
Mizwala Masjid Muhammad Abu ad-Dahab adalah salah satu peninggalan arsitektur Islam era Fatimiyah Mesir yang bersejarah. Mizwala ini terdapat di sebuah masjid yaitu Masjid Muhammad Abu ad-Dahab yang mana masjid ini kini sudah tidak berfungsi lagi alias hanya sebagai situs sejarah yang dilindungi pemerintah Mesir. Hari ini, posisi masjid ini dikelilingi bangunan-bangunan di sekitar masjid seperti toko-toko dan rumah-rumah warga. Selain itu masjid ini juga berada tidak jauh dari Masjid Al-Azhar dan Masjid Imam Hussein, yang artinya tidak jauh pula dari pasar Khan el-Khalili.

Masjid Muhammad Abu ad-Dahab
Sumber : https://sis.gov.eg
Dahulu, selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga sebagai rumah singgah para penuntut ilmu dan sabil, selain juga temoat istirahat. Mizwala Masjid Abu ad-Dahab ini berusia lebih dari dua ratus tahun. Mizwala ini dibangun pada tahun 1188 H/1774 M oleh seorang raja bernama Muhammad Bek Abu ad-Dahab, karena itu pula masjid ini dinamakan demikian.
Adapun posisi mizwala ini berada tepat di bagian luar-atas masjid atau di atap masjid, yaitu di sebelah kubah utama, dan dalam posisinya tampak masjid ini berada cukup tinggi dari permukaan tanah. Untuk sampai ke mizwala mesti menaiki anak tangga yang terbilang cukup sempit dan curam. Secara konstruksi mizwala ini tampak indah, dimana papan dialnya cukup tinggi dan di bagian atasnya terdapat tongkat gnomon. Posisinya yang berada di atas atap ini dapat dimaklumi oleh karena alat ini memang hanya dapat berfungsi tatkala terkena sinar matahari. Adapun kegunaan mizwala ini waktu itu tidak lain adalah sebagai instrumen mengetahui waktu-waktu salat sepanjang hari, khususnya salat Zuhur dan Asar. Selain itu, seperti halnya mizwala Masjid Al-Azhar, mizwala ini juga berfungsi sebagai pengatur dan penata waktu belajar dan mengajar para murid dan syaikh.

Mizwala Masjid Muhammad Abu ad-Dahab (Dokumentasi Pribadi)

Mizwala Masjid Muhammad Abu ad-Dahab (Dokumentasi Pribadi)
Adapun cara kerja alat ini adalah tatkala bayangan matahari jatuh pada gnomon besi bagian atas sehingga akan tergambar bayangan pada salah satu baris yang ada di dalamnya, sehingga waktu salat dan waktu-waktu pada umumnya akan diketahui melalui pergerakan bayangan matahari di dalamnya. Adapun petugas yang menjaga dan mengamati mizwala ini setiap harinya dilakukan oleh yang dikenal dengan “al-miqaty” atau “al-muwaqqit” yaitu ‘juru waktu’ yaitu seseorang yang berprofesi menjaga dan mengatur waktu secara akurat. Profesi ini waktu itu terhitung prestisius yang tidak semua orang mampu menjalankannya oleh karena diperlukan wawasan dan pengetahuan astronomi yang baik. Profesi miqaty atau muwaqqit ini sudah lazim berkembang di dunia Islam dan dalam praktiknya difasilitasi atau dibiayai oleh raja (penguasa), betapapun ada juga yang bersifat mandiri alias tidak dibiayai oleh penguasa.
Dalam praktiknya, tatkala seorang miqaty atau muwaqqit ini telah menyatakan waktu salat (Zuhur atau Asar) telah tiba berdasarkan informasi mizwala yang ia amati, maka seketika itu ia menginformasikan kepada muazin sebuah masjid, dan seorang muazin itu akan naik ke posisinya (tempat azan) untuk mengumandangkan azan. Praktik semacam ini telah umum berlaku hampir di seluruh masjid-masjid di dunia Islam zaman silam, terutama di Mesir.
Adapun di bagian atas mizwala terdapat tulisan (teks) yang menginformasikan tentang pendirian mizwala, yaitu,
مزاولة قائمة علي خط المشرق والمغرب منحرفة تسعين درجة وتسمي بالخيط المسايرة لعرض مصر المحروسة برسم صاحب الخيرات محمد بك أبو الدهب دام عزه رسمه الفقير محمود بن حسن النيشي سنة 1188هجرية
“Mizwala vertikal berdasarkan garis Timur dan Barat, miring 90 derajat dan disebut benang yang mengikuti lintang Mesir yang dijaga, dikonstruksi oleh orang baik, Muhammad Bek Abu ad-Dahab, semoga kejayaannya abadi, dikonstruksi oleh Muhammad bin Hasan an-Nisyi pada tahun 1188 H”.
Dari keterangan ini diketahui bahwa mizwala ini merupakan tipe mizwala vertikal, pembuatnya bernama Muhammad Bek Abu ad-Dahab dan dikonstruksi oleh Muhammad bin Hasan an-Nisyi, yaitu pada tahun 1188 H.


Survei dan ekspedisi Mizwala Masjid Muhammad Abu ad-Dahab (Dokumentasi Pribadi)



