• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Mengenal Lebih Dekat Planet Uranus

Admin Website by Admin Website
August 27, 2022
in Artikel, Info Astronomi
0
Mengenal Lebih Dekat Planet Uranus
1.6k
SHARES
7.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Uranus merupakan planet ketujuh dari Matahari. Uranus merupakan planet ketiga terbesar di tata surya setelah Jupiter dan Saturnus. Uranus merupakan planet pertama yang ditemukan dengan bantuan teleskop. Planet ini ditemukan oleh astronom William Herschel pada tahun 1781, meskipun ia awalnya mengira itu adalah komet atau bintang. Dua tahun kemudian, objek itu diterima secara universal sebagai planet baru, sebagian karena pengamatan astronom Johann Elert Bode. Nama Uranus diambil dari nama dewa langit Yunani.

Planet Uranus

Diameter planet Uranus sebesar 50.723 km atau empat kali lebih besar daripada diameter Bumi. Jarak rata-rata Uranus terhadap Matahari adalah 2,9 milyar kilometer atau 19,8 SA. Cahaya Matahari membutuhkan waktu 2 jam 40 menit untuk sampai ke planet Saturnus. Intensitas sinar Matahari di Uranus sekitar 1/400 yang ada di Bumi.

Planet ini membutuhkan waktu 84 tahun (30.687 hari) untuk mengelilingi Matahari sekali putaran (revolusi Uranus). Selain mengelili Matahari, planet ini juga berputar pada sumbunya. Uranus membutuhkan waktu sekitar 17 jam untuk berputar pada sumbunya (rotasi Uranus). Tidak seperti planet kebanyakan yang berotasi dari barat ke timur, Uranus berotasi dari timur ke barat sama seperti Venus. Sehingga di planet Uranus, Matahari akan terlihat terbit dari barat.

Uranus adalah satu-satunya planet yang ekuatornya hampir sejajar dengan orbitnya, dengan kemiringan 97,77 derajat. Hal ini menyebabkan Uranus terlihat seperti menggelinding. Kemiringan ini diduga disebabkan oleh tabrakan dengan benda seukuran Bumi dahulu kala. Kemiringan unik ini menyebabkan musim paling ekstrem di tata surya. Selama hampir seperempat setiap tahun Uranian, Matahari bersinar langsung di atas setiap kutub, membuat separuh planet lainnya mengalami musim dingin yang gelap dan berlangsung selama 21 tahun.

Sumbu rotasi Uranus miring 97,77 derajat

Uranus merupakan salah satu dari dua planet raksasa es di tata surya. Sebagian besar massa planet ini terdiri dari cairan padat panas dari bahan-bahan “es” (seperti air, metana, dan ammonia) di atas inti batuan kecil. Di dekat inti, panasnya mencapai 4.982 derajat Celcius. Uranus mendapatkan warna biru kehijauan dari gas metana di atmosfer. Sinar matahari melewati atmosfer dan dipantulkan kembali oleh puncak awan Uranus. Gas metana menyerap bagian merah dari cahaya, menghasilkan warna biru kehijauan. Sebagai raksasa es, Uranus tidak memiliki permukaan yang sebenarnya. Planet ini sebagian besar adalah cairan yang berputar-putar.

Atmosfer Uranus sebagian besar adalah hidrogen dan helium, dengan sedikit metana dan jejak air dan amonia. Metana memberi warna biru yang khas pada Uranus. Atmosfer Uranus merupakan atmosfer planet terdingin di Tata Surya, dengan suhu terendah mencapai 49 K (−224 °C; −371 °F). Raksasa es ini dikelilingi oleh 13 cincin redup. Uranus memiliki dua set cincin. Sistem bagian dalam dari sembilan cincin sebagian besar terdiri dari cincin abu-abu gelap yang sempit. Ada dua cincin luar: cincin paling dalam berwarna kemerahan seperti cincin berdebu di tempat lain di tata surya, dan cincin luar berwarna biru.

Uranus memiliki 27 bulan yang diketahui. Ketika sebagian besar satelit yang mengorbit planet lain mengambil namanya dari mitologi Yunani atau Romawi, nama bulan Uranus sedikit unik karena diberi nama karakter dari karya William Shakespeare dan Alexander Pope. Semua bulan bagian dalam Uranus tampak seperti setengah es air dan setengah batu. Komposisi bulan bagian luar masih belum diketahui, tetapi kemungkinan besar adalah asteroid yang tertangkap.

Skema sistem bulan dan cincin Uranus

Previous Post

Astronomi Islam di Peradaban India

Next Post

Pendaratan Penghuni Terbaru Planet Mars

Next Post
Pendaratan Penghuni Terbaru Planet Mars

Pendaratan Penghuni Terbaru Planet Mars

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU