• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Astronomi Islam di Peradaban India

Admin Website by Admin Website
August 30, 2022
in Info Astronomi
0
Astronomi Islam di Peradaban India
598
SHARES
2.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wika Maisari

Tim Planetarium OIF UMSU

Awal sejarah astronomi di India sama seperti dalam budaya lainnya berkaitan dengan agama. Dan sumber India memilki pengaruh besar bagi perkembangan astronomi Islam. Ada beberapa teks astronomi India yang memainkan peranan penting dalam khazanah peradaban astronomi Islam yaitu yang pertama, teks Aryabhatiya yang ditulis oleh Aryabhata tahun 499 M. Al-Arjabhar adalah sebutan para penulis Arab pada teks ini. Kedua, teks Khandakhadyaka ditulis oleh Brahmagupta (w.stl 665 M), dalam literatus Arab disebut Zij al-Arkand. Kemudian adalah teks al-Muhasidhanta, yang ditulis pada akhir abad 8 M, yang telah diterjemahkan kedalam  Bahasa Arab dengan sebutan Zij as-Sindhind (Tabel Sindhind). Dikarenakan 2 tesk pertama terhitung telah hilang, maka tersisa teks Shindhind. Tesk Shindhind inilah yang banyak digunakan dan di telaah oleh imuwan Arab dan melalui karya inilah para astronom muslim melahirkan karya karya baru.

Menurut al-Qifthy, teks-teks astronomi India sampai di peradaban Islam pada tahun 156 H/773 M yaitu ketika utusan dari India datang ke Bagdad dan menghadap sang khalifah dengan membawa teks astronomi berbahasa Sansekerta Siddhānta (Arab: Sindhind).

Kunjungan utusan India ini merupakan perkenalan Arab terhadap khazanah India sekaligus menandai titik balik dalam sejarah intelektual Arab. Menurut keterangan al-Qifthy lagi, teks Sindhind secara umum berisi perhitungan gerak bintang-bintang, perhitungan gerhana, perhitungan posisi rasi-rasi bintang (mathali’ al-buruj) dan perhitungan lainnya yang seluruhnya termuat dalam beberapa bab. Dalam bahasa Sansekerta, Siddhanta atau Sindhind bermakna pengetahuan, ilmu, dan mazhab. Sedangkan secara terminologis bermakna buku mengenai astronomi dan perhitungan gerak segenap planet-planet dan atau bintang-bintang.

Brahmasphutasiddanta adalah judul asli Sindhind dalam bahasa Sansekerta, yaitu buku astronomi versi revisi yang di nisbahkan kepada Brahma. Para penulis Arab menghilangkan beberapa kata dari judul ini dan menyisakan Siddhanta, kemudian dilakukan sedikit modifikasi dengan menambahkan kata hind (India) pada bagian akhir sehingga menjadi as-Sindhind. Beberapa kalangan kontemporer menyebut buku ini dengan “as-Sindhind al-Kabir” untuk membedakannya dengan as-Sindhind karya al-Khawarizmi.

Pengamatan yang tumbuh pada sistem astronomi India pada dasarnya mengarah kepada perhitungan benda-benda langit, sejatinya tidak memberi model teoritis. Tetapi system ini tetap dalam kerangka utilitarian praktis yang mengarah pada astrologi guna menghasilkan lebih banyak metode dan kerangka teori untuk mengurangi fenomena astronomi. Dari sini dapat disimpulakan bahwa kecenderungan astronomi India dengan corak aritmatika benda langit telah berkembang dalam peradaban Islam sejak permulaan kehadirannya yang tidak memberi kerangka teoritis, namun yang pasti memiliki peran besar dalam memformulasi model eksperimen teoritis astronomi Arab.

Tags: India. Astronomi
Previous Post

Focuser Mounted

Next Post

Mengenal Lebih Dekat Planet Uranus

Next Post
Mengenal Lebih Dekat Planet Uranus

Mengenal Lebih Dekat Planet Uranus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU