Pekanbaru — Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) memenuhi undangan Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekanbaru untuk memberikan pemaparan Ilmu Falak dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) pada Selasa, 15 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan 3 Januari 2026 M. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga sesi yang berlangsung di dua lokasi berbeda.
Sesi pertama dan kedua dilaksanakan di Kantor PDM Pekanbaru dan dikhususkan bagi pengurus MTT serta PDM Pekanbaru. Pada dua sesi ini, Kepala OIF UMSU menyampaikan materi seputar konsep KHGT, penjelasan hisab dan rukyat, serta latar belakang dan argumentasi ilmiah mengapa Muhammadiyah beralih menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal sebagai sistem penanggalan Islam.
Sesi ketiga dilaksanakan dalam bentuk tabligh akbar yang diikuti oleh seluruh unsur Persyarikatan Muhammadiyah, mulai dari tingkat ranting, cabang, daerah, wilayah, hingga organisasi otonom Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, serta para guru sekolah Muhammadiyah. Tabligh akbar ini mengangkat tema waktu salat, khususnya penambahan waktu Subuh selama 8 menit, serta pembahasan mengenai arah kiblat yang benar dan akurat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman warga Muhammadiyah terhadap Ilmu Falak, KHGT, waktu ibadah, dan arah kiblat semakin meningkat, sehingga dapat diterapkan secara tepat dalam kehidupan beribadah sehari-hari.









