Medan – Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) kembali sukses menyelenggarakan Observatory & Astronomy Discussion (DOA) #42 pada Selasa, 28 Juli 2026 bertepatan dengan 14 Safar 1448 H secara daring. Kegiatan ini merupakan bagian dari forum ilmiah rutin yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang astronomi serta ilmu falak dengan menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi.
Mengangkat tema “Evolusi Teknologi Cerapan Hilal di Malaysia”, DOA #42 menghadirkan Ahmad Lutfi Afifi Mohd Nasir, mahasiswa Ph.D. Astronomi Islam di Institut Penyelidikan Alam Sekitar Pantai Timur (ESERI), Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan perkembangan teknologi yang digunakan dalam kegiatan cerapan hilal di Malaysia, mulai dari metode observasi konvensional hingga pemanfaatan instrumen optik modern, sistem pencitraan digital, serta perkembangan teknologi yang mendukung peningkatan akurasi pengamatan hilal.
Diskusi juga membahas bagaimana inovasi teknologi telah memberikan kontribusi signifikan terhadap proses verifikasi hasil rukyat, dokumentasi data astronomi, serta mendukung pengambilan keputusan dalam penetapan awal bulan Hijriah. Peserta memperoleh wawasan mengenai tantangan, peluang, dan arah pengembangan teknologi cerapan hilal yang terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diikuti oleh mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi ilmu falak, serta masyarakat umum dari Indonesia dan Malaysia. Antusiasme peserta terlihat melalui berbagai pertanyaan dan diskusi mengenai implementasi teknologi observasi hilal, pengembangan riset astronomi Islam, hingga peluang kolaborasi antarperguruan tinggi dalam bidang astronomi dan ilmu falak.
DOA #42 terselenggara melalui kolaborasi Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU), Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam UMSU, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), dan Institut Penyelidikan Alam Sekitar Pantai Timur (ESERI) UniSZA. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta diseminasi ilmu falak dan astronomi, sekaligus memperkuat jejaring akademik antara Indonesia dan Malaysia.









