• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Bulan Sebagai Penentu Waktu

Admin Website by Admin Website
August 31, 2022
in Info Astronomi
0
Bulan Sebagai Penentu Waktu
751
SHARES
3.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Wika Maisari

Tim Planetarium OIF UMSU

Bulan adalah satu-satunya satelit alam milik Bumi yang merupakan satelit alamte rbesar ke-5 di tata surya, Bulan memiliki diameter 3.480 Km. Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak akan jatuh ke Bumi disebabka oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi. Keberadaan Bulan bisa dijadikan sebagai pedoman menentukan waktu penanggalan. Pergerakannya ketika mengelilingi Bumi dan bersama Bumi mengelilingi Matahari memerlukan waktu-waktu tertentu dengan periode yang relatif tetap. Dengan fenomena demikian pergerakan Bulan ini dapat pula dijadikan sebagai dasar penghitungan waktu yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya. Sejalan dengan hal ini Al-Qur’an memberikan isyarat sebagai berikut:

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji” (Al-Baqarah ayat 189).

Dalam hal yang berkaitan dengan perhitungan waktu, pergerakan Bulan baik ketika mengelilingi Bumi maupun Matahari dapat dijadikan pedoman untuk menetukan hari, bulan, dan tahun. Perhitungan waktu yang didasarkan pada pergerakan Bulan ini dalam istilah internasional disebut sebagai Lunar Calendar dan dalam istilah islam disebut kalender Qamariah. Adapun perhitungan waktu  yang didasarkan pada gerakan Bumi mengelilingi Matahari disebut

Solar Calendar atau sistem kalender Syamsiah. Kedua benda langit ini secara bersamaan bisa dijadikan sebagai pedoman untuk menghitung waktu. Al-Qur’an mengisyaratkan hal demikian dalam Surah Yunus/10:5 yang artinya:

Dialah yang menjadikan Matahari bersinar dan Bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Yunus/10:5)

Ayat ini dengan tegas menjelaskan hakikat Matahari dan Bulan. Matahari disebut sebagai diya’ atau bercahaya karena memiliki cahaya sendiri, sedangkan Bulan disebut sebagai nur karena tidak mempunyai cahaya dan hanya memantulkannya dari Matahari. Pada bagian selanjutnya ayat ini mengisyaratkan bahwa posisi-posisi Bulan dalam setiap saat telah ditetapkan, yang gunanya antara lain untuk menjadikan patokan bilangan tahun dan pedoman penghitungan waktu.

Penetapan hari pada sistem kalender Qamariah dimulai sejak terbenamnya Matahari, saat ketika Bulan akan terbit. Penetapan hari semacam ini tentu berbeda dari penetapan hari menurut sistem kalender Syamsiyah atau Solar Calender. Pada sistem kalender syamsiyah perhitungan hari dimulai pada tengah malam, yang saat itu dihitung sebagai pukul 00.00. Karena itulah penetapan hari di awal tahun misalnya, selalu dimulai dari tengah malam.

Adapun penetapan hari yang merupakan awal Bulan dalam Lunar Calender atau kalender Qamariah ditetapkan apakah hilal sudah terlihat ataukah belum, baik berdasarkan rukyat (pengamatan) langsung maupun berdasarkan hisab  (perhitungan astronomi).

Perhitungan Bulan menurut kalender Qomariah didasarkan pada waktu yang diperlukan Bulan untuk mengelilingi Bumi.  Menurut perhitungan astronomi, waktu tempuh itu adalah 29,5 hari. Dengan kenyataan ini maka jumlah hari dalam satu Bulan pada sistem ini adalah antara 29 dan 30. Berdasarkan perhitungan tahun menurut sistem kalender Qamarian adalah pergerakan Bulan bersama bumi dalam mengelilingi Matahari. Menurut pakar astronomi waktu yang diperlukan Bulan untuk itu adalah 355 hari lebih. Jumlah ini berbeda dengan sistem kalender Syamsiyah yang banyaknya sekitar 365 hari lebih. Dengan kenyataan ini, perhitungan waktu dalam sistem kalander qamariah akan terus maju dan tidak beriringan secara lurus dengan sistem kalender Syamsiah. Dengan perhitungan waktu ini beragam ibadah dalam Islam bisa ditetapkan kapan dimulainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Previous Post

OIF UMSU Melakukan Pengamatan Gerhana Bulan Penumbra

Next Post

Klasifikasi Sains Menurut Al-Farabi

Next Post
Klasifikasi Sains Menurut Al-Farabi

Klasifikasi Sains Menurut Al-Farabi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU