• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Teleskop Angkasa James Webb Telah Masuk Tahap Penyelarasan Fokus

Admin Website by Admin Website
August 30, 2022
in Info Astronomi
0
Teleskop Angkasa James Webb Telah Masuk Tahap Penyelarasan Fokus
554
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariyadi Putraga

Tim OIF UMSU

Teleskop James Webb yang telah mengangkasa di akhir Desember 2021 lalu telah berhasil membentangkan cerminnya, saat ini telah memasuki tahap alignment fokus ke sensor kamera. Para insinyur telah melakukan percobaan pengambilan gambar awal di akhir Januari 2022.  Tim Teleskop Webb menggerakkan segmen cermin utama untuk mengatur titik cahaya bintang menjadi susunan gambar heksagonal dan selanjutnya diberikan penanda setiap titik untuk mengetahui posisi segmen cermin yang menangkap gambar tersebut dengan bantuan NIRCam (Near Infra Red Camera) yang dikembangkan dan dikelola oleh Universitas Arizona untuk membantu memfokuskan 18 segmen cermin individu teleskop James Webb. Segmen cermin tersebut digerakkan hingga cukup sejajar untuk membuat hasil gambar satu bintang yang masih belum mencapai titik fokusnya.

Tim Teleskop James Webb selanjutnya melakukan penyelarasan akhir untuk menyesuaikan kesalahan posisi kecil dari masing-masing segmen cermin. Dalam tahap penyelarasan, mereka juga memasukkan NIR Spectograf, NIR Imager, Slitless Spektograf dan MIRI (Min Infra Red Instrumen) yang dipimpin oleh professor astronomi dari Universitas Arizona, George Rieke.

Gambar baru yang diperoleh Telekop Angkasa James Webb menghasilkan gambar yang lebih tajam dari yang sebelumnya. Observatorium yang ikut berpartisipai dalam proses menyelaraskan segmen-segmen cermin utama emasnya menjadi proses yang sangat panjang dan melelahkan.

Pada penyelarasan fokus menggunakan salah satu bintang redup bernama 2MASS J17554042+6551277, dengan perbandingan hasil gambar dari teleskop Spitzer (Kiri) dan teleskop James Webb menunjukkan hasil yang sangat fantastis. Perbedaan yang terlihat seperti pada gambar di bawah sangat mengesankan Ketika kita juga membandingkan ukuran cermin utama kedua teleskop: cermin utama Spitzer berukuran sama dengan cermin sekunder James Webb yang berukuran sekitar 74 centimeter. Spitzer dan James Webb mengamati bintang tersebut dalam Panjang gelombang cahaya yang sama, tetapi  Webb menggunakan cermin yang lebih besar (6,5 meter) sehingga dapat melihat lebih banyak detail.

Menggunakan aktuator berteknologi tinggi di bagian belakang setiap segmen cermin, 18 pantulan yang awalnya terpisah dari bintang penyelarasan dibawa ke satu titik seperti yang dipetakan oleh NIRCam dalam langkah-langkah tambahan. Selama dua bulan ke depan atau lebih, optik akan disesuaikan untuk membawa cahaya terfokus tajam ke tiga instrumen sains Webb lainnya.

Di akhir April 2022, para insinyur telah mencapai presisi nanometer yang menyelaraskan 18 segmen heksagonal dari cermin utamanya dan menghasilkan gambar bintang yang sangat tajam dari kamera NIRCam. Bintang yang dibandingkan ini memiliki kecerahan sekitar 100 kali lebih redup daripada yang dapat dilihat oleh mata manusia. Berdasarkan hasil hingga saat ini, gambar sains pertama diharapkan dalam jangka waktu Juni-Juli, atau kira-kira enam bulan setelah peluncuran Teleskop James Webb di akhir 2021.

 

Tags: hariyadiJames WebbJWSTteleskop angkasa
Previous Post

Kompas Brunton

Next Post

Apresiasi terhadap Ilmuwan Muslim pada Permukaan Bulan

Next Post
Apresiasi terhadap Ilmuwan Muslim pada Permukaan Bulan

Apresiasi terhadap Ilmuwan Muslim pada Permukaan Bulan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU