• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Super Blue Moon dan Pengamatan di OIF

Admin Website by Admin Website
August 22, 2024
in Artikel, Hasil Observasi, Observasi Benda-Benda Langit
0
Super Blue Moon dan Pengamatan di OIF
568
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Muhammad Dimas Firdaus

Tim Peneliti OIF UMSU

Pada tanggal 20 Agustus 2024 ramai diperbincangkan tentang fenomena Super Blue Moon di berbagai media. Bulan Purnama di bulan Agustus dikenal sebagai Blue Moon, nama ini diambil dari Farmer’s Almanac America (untuk mengetahui lebih lanjut terkait penamaan Bulan Purnama bisa dibaca di sini: Observatoria Edisi 24). Sementara nama Super datang dari posisi Bulan yang sedang berada di titik terdekat dari Bumi atau Apogee.

Tahukah kalian bahwa Purnama dinyatakan sebagai Super Full Moon hanya terjadi ketika jarak Bumi – Bulan >90% dari jarak Apogee dan Perigee pada satu siklus. Sebagaimana diketahui bahwa siklus sinodik Bulan yang menentukan fase-fase tidak sama dengan siklus anomalistik Bulan yang menentukan jarak. Siklus sinodik Bulan memiliki durasi 29,53059 hari, sementara siklus anomalistik Bulan berdurasi 27,55455 hari. Dari selisih keduanya dapat diketahui bahwa dalam waktu satu tahun bisa terjadi minimal 3 kali Super Full Moon. Untuk tahun 2024 akan terjadi 4 kali Supermoon, yakni 20 Agustus, 18 September, 17 Oktober dan 15 November 2024.

Lalu apakah benar yang Namanya Supermoon itu lebih besar 14% dari Bulan Purnama biasa? Mungkin kalian pernah membaca atau mendengar hal ini, nyatanya Supermoon tidak sebesar itu. Nilai 14% merupakan perbandingan antara ukuran Supermoon dengan Micromoon (Bulan Purnama terkecil yang terjadi saat Apogee) bukan dengan rata-rata Bulan Purnama. Jika dibandingkan dengan rata-rata ukuran Bulan Purnama, maka saat Supermoon terjadi ukurannya akan lebih besar sekitar 5% saja.

Adapula kita pernah mendangar Supermoon terbesar yang pernah terjadi, lah bukannya supermoon itu udah paling besar? Nyatanya orbit Bulan mengitari Bumi ini sangat kompleks, sehingga jarak dan waktu Bulan mengitari Bumi bisa selalu terjadi perubahan. Jika kita ingin mendapatkan Supermoon yang paling besar maka ada dua hal yang perlu dipenuhi, pertama adalah jarak perigee terdekat, kedua adalah waktu full moon yang paling dekat dengan waktu perigee terjadi. Semakin dekat jarak waktu antara full moon dan perigee terjadi, maka piringan Bulan akan terlihat lebih besar. Hal ini dapat ditentukan, yakni setiap 14 siklus sinodik Bulan yang bertepatan dengan 15 siklus anomalistik Bulan. Nilai ini didapat dari KPK antara siklus sinodik dan anonamlistik Bulan.

14 Bulan sinodik =     14 x 29.53059 days = 413.428 days

15 Bulan anomalistik = 15 x 27.55455 days = 413.318 days

Lalu bagaimana dengan Super Blue Moon 20 Agustus kemarin? Mari kita bahas waktu dan jarak perigee,  dan puncak purnama di Bulan Agustus.

Waktu Perigee                  Jarak Perigee     Puncak Full Moon            Selisih Waktu                     Jarak Full Moon

21 Agustus 05:05 GMT   360.199 km        19 Agustus 18:26 GMT   37 jam 21 menit               361.970

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Blue Moon kemarin memang masuk dalam kategori Supermoon dengan jarak 91% dari siklus Apogee – Perigee. Dan dapat menghasilkan piringan Bulan sebesar 33.01 menit busur.

Namun sayangnya ketika 20 Agustus kemarin Tim OIF UMSU, baik yang berada di Medan maupun di Barus tidak dapat mengabadikan momen Super Blue Moon dikarenakan kondisi cuaca yang tidak mendukung. Tutupan awan tebal dan gemericik hujan menghalangi pengamatan yang direncanakan. Hal ini berbeda dengan kawan-kawan di daerah lain, khususnya di Pulau Jawa, terlihat dalam citra satelit bahwa di bagian selatan Indonesia tutupan awan minimal, sehingga memudahkan pengamatan yang dilakukan.

Namun kita masih dapat membandingkan ukuran dengan pengamatan 1 hari setelah atau sebelumnya. Tim yang bertugas di OIF Barus berhasil mengabadikan Bulan pada tanggal 19 dini hari dan 21 dini hari.

Jika dibandingkan antara purnama di Bulan Agustus ini dengan di bulan lain, misalnya Full Moon yang terjadi pada 26 Januari 2024, maka akan terlihat bahwa Bulan pada Agustus ini lebih besar.

OIF UMSU
“Memotret Semesta Demi Iman dan Peradaban”

Tags: oif umsu
Previous Post

“OIF Goes To School SD Al Amjad Medan”

Next Post

OIF UMSU Mengakurasikan Arah Kiblat di Masjid Taqwa Pangkalan Susu

Next Post
OIF UMSU Mengakurasikan Arah Kiblat di Masjid Taqwa Pangkalan Susu

OIF UMSU Mengakurasikan Arah Kiblat di Masjid Taqwa Pangkalan Susu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU