• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Kolom

Spesifikasi dan Kualifikasi Peneliti Ilmu Falak Nusantara

Admin Website by Admin Website
January 17, 2025
in Kolom
0
Spesifikasi dan Kualifikasi Peneliti Ilmu Falak Nusantara
565
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Dosen FAI UMSU dan Kepala OIF UMSU

Ilmu falak merupakan disiplin ilmu yang intens dikaji dan dipelajari di Nusantara sejak lama, diantaranya dan yang paling utama adalah karena keterkaitannya dengan ibadah umat Islam yaitu terkait waktu-waktu salat, arah kiblat, awal bulan, dan gerhana. Seperti diketahui seluruh ibadah ini terkait dengan fenomena benda langit khususnya bulan dan matahari selain juga berhubungan dengan letak, arah, dan posisi. Selain itu kebutuhan sehari-hari masyarakat silam terhadap alam (langit) juga mejadi alasan kuat ilmu falak berkembang dan terus dipelajari. Karena itu dalam praktiknya kajian ilmu falak bukan hanya dikaji dan dipelajari oleh para ulama dan pelajar Nusantara namun juga diminati dan ditekuni oleh masyarakat secara umum.

Oleh karena praktik dan telaah falak yang telah lama berkembang di Nusantara ini menyebabkan kajian dan diskursus terkini tentangnya punya keunikan dan kekhasan tersendiri. Karena itu pula dalam menelaah perkembangan ilmu falak Nusantara ini membutuhkan spesifikasi dan kualifikasi tersendiri yang karena itu bagi para pengkajinya harus memahami hal ini dengan baik. Perjalanan panjang ilmu falak Nusantara tentu membutuhkan telaah yang komprehensif agar kesimpulan yang didapat tidak keluar dari kerangka jaringan perkembangan yang sesungguhnya.

Adapun beberapa spesifikasi dan kualifikasi yang harus dimiliki dan dikuasai oleh para pengkaji ilmu falak Nusantara di era modern diantaranya sebgaai berikut: pertama, menguasai sejarah Islam nusantara. Seperti diketahui proses dan peristiwa masuknya Islam ke Nusantara sejatinya dengan proses dan waktu yang cukup panjang, lalu bagaimana Islam itu berkembang serta dinamika yang terjadi di dalamnya juga sangat dinamis. Karena itu tidak dipungkiri dalam semua proses, waktu, dan dinamika itu terdapat aspek ilmu falak yang mengiringi dan menyertainya. Seperti diketahui, transmisi keislaman di Nusantara dari Timur Tengah (Haramain) ke Nusantara atau sebaliknya tidak bisa dilepaskan dari tradisi berlayar dan perjalanan darat yang panjang. Dalam proses itu tentu akan bersentuhan dengan kebutuhan menentukan arah (kiblat), mementukan waktu-waktu salat lima waktu dan salat-salat sunah, menentukan awal bulan hijriah (terutama awal Ramadan, awal Syawal, dan awal Zulhijah), dan lain-lain. Demikian lagi praktik melaksanakan ibadah haji dan rihlah ilmiah pelajar dan ulama Nusantara yang marak dan masif dilakukan waktu itu juga sejatinya bersentuhan dengan aspek dan praktik ilmu falak, bahkan terdapat sejumlah tokoh (ulama) yang secara khusus mendalami ilmu falak dan fikih falak. Ilmu falak sendiri seperti diketahui merupakan bagian dari kajian fikih. Praktik-praktik ibadah dalam situasi dan kondisi semacam ini tentu menjadi praktik falak yang khas, unik, dan sederhana di Nusantara silam namun memberi ciri tersendiri terhadap ilmu falak Nusantara. Karena itu bagi pengkaji ilmu falak Nusantara, memahami aspek ini (yaitu masuk dan berkembangnya Islam ke Nusantara dan dinamika yang terjadi di dalamnya) amatlah penting oleh karena berhubungan dengan tradisi dan praktik ilmu falak masyarakat, ulama, dan bahkan penguasa kala itu.

Kedua, menguasai ilmu falak dan sejarahnya. Ilmu falak sebagai cabang ilmu yang mempelajari benda-benda langit, dalam konteks Nusantara silam memiliki posisi dan spesifikasi kajian yang khas, diantaranya karena benda-benda langit bagi masyarakat Nusantara silam kerap dijadikan panduan dalam aktivitas sehari-hari mulai bercocok tanam dalam pertanian, panduan perjalanan (baik darat maupun laut), cuaca, dan terutama sarana dalam menentukan waktu dan lokasi ibadah yaitu terkait arah kiblat dan waktu-waktu salat sebagaimana ditetapkan syariat. Karena itu hubungan yang tidak putus antara masyarakat (manusia) dan alam (langit) ini menjadikan penguasaan ilmu falak dalam konteks Nusantara silam menjadi kemestian bagi para pengkaji ilmu falak Nusantara di era modern. Ketidakpahaman konteks ilmu falak Nusantara secara pasti mengakibatkan telaah atasnya menjadi tidak kontekstual bahkan lari dari fakta yang senyatanya.

Ketiga, memahami jaringan ilmu falak nusantara. Dalam konteks Melayu-Nusantara jaringan ilmu falak telah dan mulai terjadi sejak abad ke-17 M dan ke-18 M yang berpusat di Haramain. Pelajar dan ulama yang menetap di Haramain membentuk silsilah dan jaringan yang khas. Interaksi dan aktivitas para pelajar dan ulama Nusantara ini memeberikan wawasan dan pengalaman luas bagi para ulama falak Nusantara. Dalam perkembangannya, para ulama Nusantara, terutama mereka yang menguasai atau memiliki telaah dalam ilmu falak mengembangkan keilmuannya di Haramain diantaranya dengan menjadi pengajar. Berikutnya, pola jaringan keilmuan falak Nusantara juga tampak dari respons, korespondensi, dan pertanyaan dari tokoh dan masyarakat di Nusantara kepada tokoh-tokoh ulama Nusantara yang ada di Haramain. Pola berikutnya, para ulama ini yang setelah mereka kembali ke tanah air, mereka mengembangkan pengetahuannya dengan mentransfer kepada murid dan masyarakat baik melalui pesantren, masjid, maupun halakah-halakah khusus. Dengan pola ini sekali lagi menjadikan ilmu falak Nusantara unik dan khas dan membentuk corak dan karakter tersendiri. Karena itu aspek dan konteks historis ini penting dikuasai dan dipahami setiap pengkaji ilmu falak Nusantara.  

Keempat, menguasai filologi ilmu falak. Secara sederhana filologi adalah disiplin ilmu yang mengkaji karya-karya kuno yang berusia lama (ratusan bahkan seribu tahun lebih) silam. Seperti diketahui sejumlah tokoh (ulama) Nusantara ada yang secara spesifik mendalalami dan menulis karya falak dalam bidang ilmu falak misalnya Syaikh Muhammad Thahir Jalaluddin (w. 1376 H/1956 M), beberapa karyanya antara lain: “Al-Qiblah fī an-Nushūs Ulamā’ asy-Syafi’iyah fī mā Yata’allaq bi Istiqbāl al-Qiblah asy-Syar’iyah Manqūlah min Ummahāt Kutub al-Madzhab”, “Jadāwil Pati Kiraan Pada Menentukan Waktu Yang Lima dan Hala Qiblat Dengan Logharitma”, “Natījah al-‘Umr”, dan “Nukhbah at-Taqrīrāt fī Hisāb al-Auqāt wa Samt al-Qiblah bi al-Lugharitmāt”. Demikian lagi ada banyak tokoh (ulama) yang betapapaun tidak sepesifik menekuni ilmu falak namun memiliki telaah dan karya dalam bidang ini. Terhadap tokoh-tokoh ini mereka menulis karya dengan menggunakan tangan sehingga untuk menggali, memahami, dan memunculkannya membutuhkan satu perangkat metode yang dikenal dengan filologi atau “tahqiq at-turats”. Menjadi kemestian seorang pengkaji ilmu falak Nusantara menguasai dan mempu menerapkan metode ini dalam meneliti naskah-naskah falak karya ulama Nusantara.

Selain beberapa spesifikasi dan kualifikasi ini tentu masih ada banyak hal lain lagi yang patut diketahui dan dikuasai oleh para pengkaji ilmu falak Nusantara. Namun dapat dipastikan bahwa keluasan dan kedalaman pengetahuan akan beberapa spesifikasi dan kualifikasi beberapa hal di atas sejatinya akan menentukan kualitas dan hasil riset ilmu falak Nusantara yang sedang dan akan dilakukan. Seperti diketahui perjalanan panjang dan praktik ilmu falak di Nusantara telah berjalan cukup lama yang karena itu ada banyak teks dan konteks yang melatari dan yang telah dilalui dan menjadi ciri dan distingsi dari ilmu falak Nusantara itu sendiri. Karena itu bagi pengkaji (peneliti) ilmu falak Nusantara, baik yang mengkaji secara teoretis maupun praktis, mengkaji pada substansi karya maupun mengkaji tokoh-tokohnya, sejatinya sekali lagi akan memberikan sumbangan yang besar dalam kajian ilmu falak Nusantara. Hal ini juga sekaligus akan menegaskan globalitas dan jaringan keilmuan falak Nusantara yang memang telah terbentuk dan dipraktikkan sejak lama. Wallahu a’lam[]

Previous Post

DOA Ke 37 OIF UMSU Undang Narasumber dari Aljazair

Next Post

Peserta Balai Diklat Keagamaan Medan Angkatan I Mengikuti Pelatihan Hisab-Rukyat di OIF UMSU

Next Post
Peserta Balai Diklat Keagamaan Medan Angkatan I Mengikuti Pelatihan Hisab-Rukyat di OIF UMSU

Peserta Balai Diklat Keagamaan Medan Angkatan I Mengikuti Pelatihan Hisab-Rukyat di OIF UMSU

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU