• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Sahl bin Bisyr (w. 235 H/850 M) dan Geliat Astrologi Era Abbasiyah

Admin Website by Admin Website
September 5, 2024
in Artikel, Kolom
0
Sahl bin Bisyr (w. 235 H/850 M) dan Geliat Astrologi Era Abbasiyah
576
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Dosen FAI UMSU dan Kepala OIF UMSU

Secara terminologis, astrologi bermakna melihat keberuntungan manusia berdasarkan pergerakan bintang-bintang di langit, orang yang mempraktikkannya disebut astrolog (munajjim). Astrologi lebih merupakan sebuah aktivitas pengamatan gerak astronomis benda-benda langit guna mengetahui hukum-hukumnya melalui acuan geraknya di alam dan fenomenanya di Bumi. Gerak astronomis dimaksud adalah gerak peredaran benda langit. Namun patut dicatat, penggunaan istilah at-tanjīm (astrologi) di abad pertengahan adakalanya bermakna ganda, di satu sisi dimaknai astrologi, namun di sisi lain dimaknai astronomi. Bahkan keduanya adakalanya dimaknai secara bersamaan tanpa ada pembedaan.

Astrologi merupakan fenomena berkembang di masyarakat sejak zaman silam, bahkan banyak astrolog yang bekerja di istana. Dalam konteks kehadiran awalnya, astrologi merupakan suatu kepandaian untuk mengetahui sesuatu seperti nasib atau karakter seseorang di masa yang akan datang dengan menghubungkannya dengan situasi benda-benda di langit. Diantara kerja astrologi adalah menerka keadaan seseorang melalui peta kelahiran yang tertera dalam horoskop.         

Astrologi, sebagaimana astronomi, memiliki sejarah yang panjang, namun keduanya saling berbaur dan bercampur sehingga menjadi identik dan sulit dibedakan. Seorang pengkaji sejarah astronomi tidak dapat lepas dari pembahasan astrologi, demikian pula sebaliknya. Dalam konteks ini dapat dinyatakan bahwa astrologi melahirkan astronomi yang berdiri di atas observasi, dapat pula sebaliknya bahwa astronomi melahirkan astrologi yang berlandaskan ramalan. Di abad pertengahan, astrologi dianggap sebagai disiplin ilmu mandiri, dimana saat yang sama otoritas politik memberi perhatian terhadapnya yang dianggap perlu mendapat konteks astronomi ilmiah.

Sahl bin Bisyr adalah diantara pembesar astrologi dan astronomi di peradaban Islam generasi awal. Nama lengkapnya Sahl bin Bisyr bin Habib bin Hany (Abu ‘Utsman al-Isra’ily), dia hidup antara tahun 205 H/821 M sampai 235 H/850 M.  Dia tercatat pernah bekerja untuk penguasa Khurasan, Thahir bin al-Husain al-A’war (berkuasa antara tahun 205 H/821 M sampai tahun 207 H/822 M). Dia juga pernah bekerja kepada Al-Hasan bin Sahl (w. 236 H/850 M), sekretaris dan gubernur Khalifah Al-Ma’mun. Sahl bin Bisyr pernah menetap di Bagdad pada masa program besar penelitian astronomi di bawah supervisi Khalifah Al-Ma’mun, kala itu minat terhadap astrologi cukup tinggi, yang di masa Khalifah Al-Mansur mencapai puncaknya.

Peta zodiak dengan posisi planet-planet sekitar jam 3 pagi, tanggal 4 Juli 824 M di Bagdad.

Adapun sosok Sahl bin Bisyr, kita tidak punya banyak informasi tentangnya, konon dia adalah seorang Yahudi dan berikutnya masuk Islam. Semua karyanya yang masih ada mayoritas dalam kategori astrologi, beberapa karyanya antara lain:

  1. Kitab al-Mawalid al-Kabir dan Kitab al-Mawalid ash-Shaghir. Kitab ini membahas peta zodiak bintang.
  2. Kitab Tahwil Siny al-Mawalid, Kitab al-Ikhtiyarat.
  3. Kitab al-Masa’il.
  4. Kitab al-Masa’il al-Kabir.
  5. Kitab Tahawil Siny al-‘Alam, yang membahas astrologi dunia.
  6. Kitab Al-Amthar wa ar-Riyah, membahas meteorologi-astrologi.
  7. Risalah fi Kusuf asy-Syams wa Khusuf al-Qamar. Salah satu salinan naskahnya tersimpan di “Dar al-Kutub azh-Zhahiriyyah”, Damaskus (nomor 7525).
  8. Majmu’ fi Ahkam Tahawil as-Sinin wa Ghairiha. Diantara naskahnya tersimpan di “German Library” nomor 221/5883.
  9. Al-Ahkam fi ‘Ilm al-Miqat. Naskah mikrofilmnya tersimpan di “Institut Manuskrip Arab” Cairo nomor 1056, sementara naskah aslinya tersimpan di “Dar al-Kutub al-Mishriyyah” Cairo.
  10. Kitab fi ‘Ilm al-Falak wa al-Buruj wa al-Ahkam al-Falakiyyah ‘ala at-Tamam wa al-Kamal.
  11. Kitab fi Ahkam al-Masa’il fi al-Hikmah wa al-Falak. Diantara naskahnya tersimpan di Perpustakaan al-Malik Abdul Aziz Madinah Munawwarah nomor 406/80.
  12. Al-Buruj wama fiha Min al-Masa’il.
  13. Kitab al-Madkhal al-Kabir.
  14. Kitab al-Mudkhal al-Saghir.
  15. Dan lain-lain.

Lembar akhir naskah “Kitab al-Ahkam ‘ala an-Nisbah al-Falakiyyah” karya Sah bin Bisyr (w. 235 H/850 M). Naskah dapat diakses disini: https://dlmenetwork.org/ar/library/catalog/81055%2Fvdc_100022564524.0x000001_dlme

Naskah “al-Masa’il an-Nujumiyyah” karya Sahl bin Bisyr (w. 235 H/850 M)

Menurut Julio Samso, materi dan substansi karya-karya Sahl bin Bisyr kemungkinan besar terangkum dalam dua karyanya yaitu “Kitab al-Madkhal al-Kabir” dan “Kitab al-Mudkhal al-Saghir”. Menurut Julio Samso lagi, karya-karya Sahl bin Bisyr ini sampai di Andalusia sekitar tahun 338 H/950 M. Berikutnya karya-karyanya ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 M, lalu ke bahasa Yunani-Bizantium. Secara keseluruhan karya Sahl bin Bisyr mencapai 55 karya dan 7 diantaranya sudah dicetak dan diterbitkan yaitu sekitar tahun 1384 M dan 1551 M, dimana sebagian besar karyanya diterbitkan dalam bahasa Latin. 

Menurut Julio Samso lagi, diantara karyanya ada yang tersimpan dalam koleksi manuskrip British Library Or. 12802 namun tidak memiliki judul. Salinan lainnya terdapat di Universitas Yale (MSS Arab 523) dengan judul “Kitab fi ‘Ilm al-Falak wa al-Buruj wa al-Ahkam al-Falakiyyah ‘ala at-Tamam wa al-Kamal” yang merupakan sebuah karya yang membahas secara eksklusif tentang astrologi, tanda-tanda zodiak, dan astrologi prediksi. Dalam praktiknya ketika itu jenis buku astrologi model ini lebih ditujukan kepada masyarakat kelas atas yang berbeda dari teks yang lebih umum digunakan oleh para ahli astrologi di pasar-pasar dan pusat kota.

Buku “Kitab fi ‘Ilm al-Falak wa al-Buruj wa al-Ahkam al-Falakiyyah ‘ala at-Tamam wa al-Kamal” ini terdiri dari dua bagian, bagian pertama berupa pendahuluan yang menguraikan tanda-tanda zodiak (12 rumah dalam bagan zodiak) dan 16 kasus, dan menganalisis kondisi planet dalam kaitannya dengan planet lain di bagan zodiak yang sama. Bagan zodiak ini biasanya dikaitkan dengan bagian kedua, yaitu berkaitan dengan masalah-masalah (al-masa’il). Al-masa’il (masalah-masalah) dalam dunia astrologi merupakan salah satu teknik astrologi berupa penyajian bagan zodiak untuk analisis terkini, dimana masalah-masalah (pertanyaan-pertanyaan) tersebut ditujukan kepada seorang astrolog yang kemudian mencoba menjawabnya.

Dalam aplikasi astrologi, momen terkini (lahzhah rahinah) dalam astrologi merupakan hal penting karena bagan zodiak bergantung pada dua variable, yaitu waktu (momen proyeksi bagan zodiak) dan lokasi (garis lintang setempat). “Al-Masa’il” sendiri menjadi tema utama buku ini. Dalam buku ini juga ada lampiran yang membahas beberapa topik yang tidak berhubungan dengan konstelasi langit (al-manazil). Karya-karya jenis ini menjadi perhatian khusus para sejarawan sosial karena informasi yang mereka berikan meruapakan hal penting bagi masyarakat pada saat itu.

Ilustrasi zodiak, terjemah Latin buku De interrogationibus karya Sahl bin Bisyr (w. 235 H/850 M)

Dalam perkembangannya lagi karya-karya astrologi Sahl bin Bishr terhitung contoh nyata ketertarikan seputar astrologi pada awal Kekhalifahan Abbasiyah. Dalam faktanya sokongan para gubernur di kekhalifahan Abbasiyah menunjukkan ketertarikan mereka yang besar untuk mengetahui masa depan, dan Sahl bin Bisyr merupakan diantara tokoh dan perwakilan para ahli astrologi waktu itu. Karya-karya Sahl bin Bisyr sendiri kemudian mendapat perhatian besar di Eropa. Wallahu a’lam[]

Previous Post

Jam Matahari Ibn ar-Raqqam (w. 715 H/1315 M)

Next Post

OIF UMSU Laksanakan Halaqah Ke-37, Bahas Fenomena Matahari di Bumi

Next Post
OIF UMSU Laksanakan Halaqah Ke-37, Bahas Fenomena Matahari di Bumi

OIF UMSU Laksanakan Halaqah Ke-37, Bahas Fenomena Matahari di Bumi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU