• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Live streaming
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Live streaming
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Resume Bedah Literatur Stellarium & Google Earth (Simulasi Waktu Salat dan Arah Kiblat)

Admin Website by Admin Website
October 2, 2026
in Artikel
0
Resume Bedah Literatur Stellarium & Google Earth (Simulasi Waktu Salat dan Arah Kiblat)
548
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bedah Literatur oleh Hariyadi Putraga
Tim Peneliti OIF UMSU

Buku Stellarium & Google Earth (Simulasi Waktu Salat dan Arah Kiblat) merupakan buku yang mempertemukan teknologi digital, astronomi, dan ilmu falak dalam bentuk panduan yang bersifat praktis. Buku ini memperkenalkan penggunaan Stellarium dan Google Earth bukan sekadar sebagai perangkat lunak visualisasi benda langit dan peta digital, tetapi sebagai media pembelajaran untuk memahami fenomena astronomi serta berbagai persoalan dalam praktik ibadah, khususnya waktu salat dan arah kiblat. Struktur buku disusun secara bertahap, mulai dari pengenalan perangkat lunak, instalasi, penggunaan dasar, pengaturan, pengamatan benda langit, hingga penerapannya dalam ilmu falak. Daftar isi menunjukkan bahwa pembahasan kemudian diperluas ke Google Earth dan penggunaannya dalam penentuan kiblat.

Tampak bagian depan dan belakang buku Stellarium & Google Earth
Karya : Hasrian Rudi dan Hariyadi Putraga

Identitas Buku :

Judul: Stellarium & Google Earth (Simulasi Waktu Salat dan Arah Kiblat)
Penulis: Hasrian Rudi Setiawan dan Hariyadi Putraga
Bab yang di Bahas: BAB VI, Simulasi Penentuan Waktu Ibadah Melalui Stellarium
Penerbit: UMSU Press
Tahun terbit: 2018
Tebal: 207 halaman

Pembahasan Bab 6

Buku ini mengutamakan pendekatan praktis dan visual. Pembaca tidak hanya diperkenalkan pada konsep, tetapi diarahkan untuk mencoba sendiri langkah-langkah penggunaan perangkat lunak. Pada bagian Stellarium, misalnya, pembaca diajarkan mengatur lokasi, memilih objek Matahari atau Bulan, mengubah tanggal dan waktu, serta mengamati perubahan posisi benda langit. Pendekatan seperti ini membuat buku cukup mudah diikuti oleh pembaca yang baru mulai mengenal perangkat lunak astronomi. Bahkan fungsi-fungsi dasar seperti penggunaan keyboard, toolbar, penyimpanan gambar, penandaan objek, serta berbagai jendela pengaturan dijelaskan secara khusus. Stellarium & Google Earth

Bagian yang paling menonjol adalah penerapan Stellarium dalam simulasi waktu ibadah. Buku menjelaskan bahwa Stellarium dapat digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai posisi benda langit yang berkaitan dengan waktu salat. Pembahasan mencakup Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Pada pembahasan Subuh, misalnya, pembaca diarahkan untuk mengatur lokasi Medan, memilih Matahari, menentukan tanggal dan waktu, kemudian mempercepat pergerakan waktu untuk mengamati perubahan warna langit dan posisi Matahari. Buku bahkan memberikan contoh hasil simulasi untuk Medan pada tanggal 26 September 2018. Stellarium & Google Earth Stellarium & Google Earth

Pendekatan serupa digunakan dalam pembahasan Zuhur dan Ashar. Untuk Zuhur, Stellarium digunakan untuk mengamati saat Matahari melintasi meridian, sedangkan untuk Ashar pembaca diperkenalkan pada hubungan antara posisi Matahari dan panjang bayangan. Dengan demikian, buku berusaha menghubungkan konsep fikih waktu salat, fenomena astronomis, dan simulasi digital dalam satu pembahasan. Stellarium & Google Earth Stellarium & Google Earth

Buku ini juga memberikan perhatian cukup besar terhadap arah kiblat. Stellarium digunakan untuk mencari waktu ketika Matahari memiliki azimut tertentu sehingga bayangan benda dapat digunakan untuk menunjukkan arah kiblat. Salah satu contoh yang diberikan adalah Kota Medan dengan azimut kiblat 292°46′. Buku kemudian menjelaskan penggunaan posisi Matahari dan momen Rashdul Kiblat sebagai sarana untuk membantu akurasi arah kiblat. Pembahasan ini menunjukkan bagaimana perangkat lunak astronomi dapat digunakan sebagai jembatan antara perhitungan astronomis dan praktik pengukuran di lapangan. Stellarium & Google Earth

Selain waktu salat dan kiblat, cakupan buku cukup luas karena Stellarium juga digunakan untuk memberikan gambaran mengenai awal dan akhir bulan Hijriah serta fenomena astronomi. Dalam pembahasan hilal, pembaca diarahkan untuk mengatur posisi Matahari dan Bulan, mengamati kondisi setelah Matahari terbenam, kemudian mengukur elongasi dan ketinggian Bulan. Buku juga memberikan contoh simulasi gerhana Matahari dan gerhana Bulan, termasuk bagaimana mengubah lokasi dan waktu untuk melihat fenomena tersebut melalui Stellarium. Stellarium & Google Earth Stellarium & Google Earth

Dari sisi kontribusi, buku ini memiliki nilai penting terutama bagi mahasiswa ilmu falak, pendidik, pemula dalam astronomi, serta masyarakat yang ingin mengenal penggunaan perangkat lunak astronomi. Buku tidak menempatkan Stellarium hanya sebagai aplikasi untuk melihat langit, tetapi memperkenalkannya sebagai alat bantu untuk memvisualisasikan hubungan antara waktu, lokasi, koordinat, dan posisi benda langit. Hal tersebut sejalan dengan tujuan penulis yang ingin memanfaatkan instrumen astronomi digital untuk mempermudah pemahaman masyarakat mengenai peristiwa alam. Stellarium & Google Earth

Meski demikian, terdapat beberapa aspek yang dapat dikembangkan. Karena buku menggunakan pendekatan panduan perangkat lunak yang cukup rinci, beberapa bagian terasa lebih seperti manual penggunaan aplikasi daripada pembahasan konseptual ilmu falak. Pembaca yang sudah memiliki pengalaman dengan Stellarium mungkin akan menemukan beberapa bagian dasar cukup panjang. Selain itu, beberapa contoh waktu dan fenomena yang digunakan dalam buku berasal dari tahun 2018–2020, sehingga contoh tersebut lebih tepat dipahami sebagai ilustrasi metode daripada data astronomi terkini. Hal ini terutama penting apabila buku digunakan sebagai bahan ajar pada saat ini.

Aspek lain yang dapat diperkuat adalah pemisahan antara simulasi, perhitungan astronomis, dan observasi empiris. Stellarium sangat baik untuk memvisualisasikan posisi benda langit dan membantu memahami hubungan geometrisnya, tetapi hasil simulasi tetap perlu ditempatkan dalam konteks metode hisab, kriteria fikih, kondisi atmosfer, serta pengamatan lapangan. Dalam buku, misalnya, pembahasan awal bulan Hijriah sudah mengarahkan pembaca untuk memeriksa apakah hilal memenuhi kriteria tertentu, tetapi ruang untuk menjelaskan hubungan antara data simulasi dan keputusan penentuan awal bulan masih dapat diperluas. Stellarium & Google Earth

Secara keseluruhan, Stellarium & Google Earth (Simulasi Waktu Salat dan Arah Kiblat) dapat dipandang sebagai buku pengantar praktis penggunaan teknologi digital dalam astronomi dan ilmu falak. Nilai utamanya terletak pada usaha menjadikan fenomena langit yang bersifat abstrak lebih mudah dipahami melalui visualisasi. Buku ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran ilmu falak tidak harus terbatas pada tabel, rumus, dan perhitungan manual, tetapi dapat dikembangkan melalui simulasi interaktif menggunakan perangkat digital.

Bagi mahasiswa ilmu falak, buku ini dapat menjadi titik awal untuk mengenal Stellarium sebelum masuk ke tahap analisis yang lebih mendalam. Bagi pengajar, buku ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendamping praktikum. Sementara bagi praktisi astronomi dan falak, buku ini memberikan contoh bagaimana perangkat lunak astronomi dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan fenomena benda langit dengan kebutuhan praktis umat Islam. Dengan perkembangan perangkat lunak dan kebutuhan pembelajaran yang terus berubah, pendekatan yang ditawarkan buku ini masih relevan, terutama jika dilanjutkan dengan pembaruan data, metode, dan fitur perangkat lunak pada edisi berikutnya.

Simpulan

Buku Stellarium & Google Earth (Simulasi Waktu Salat dan Arah Kiblat) merupakan buku panduan praktis yang mengintegrasikan teknologi digital dengan astronomi dan ilmu falak. Melalui pembahasan Stellarium dan Google Earth, buku ini menunjukkan bahwa perangkat lunak dapat dimanfaatkan untuk memvisualisasikan posisi benda langit, memahami fenomena astronomi, serta membantu simulasi waktu salat, arah kiblat, penentuan awal bulan Hijriah, dan berbagai fenomena seperti gerhana. Stellarium & Google Earth. Kekuatan utama buku terletak pada penyajiannya yang sistematis dan praktis, sehingga pembaca, khususnya mahasiswa dan pemula, dapat mengikuti penggunaan aplikasi secara bertahap. Buku ini juga memperlihatkan hubungan antara fenomena astronomis dengan kebutuhan praktis dalam pelaksanaan ibadah. Namun, karena sebagian besar pembahasannya bersifat panduan penggunaan perangkat lunak dan menggunakan contoh fenomena dari tahun-tahun sebelumnya, buku ini lebih tepat dipandang sebagai buku pengantar dan panduan praktis, bukan sebagai kajian mendalam mengenai teori atau metodologi ilmu falak. Secara keseluruhan, buku ini memberikan kontribusi dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran ilmu falak. Pendekatan visual dan simulatif yang digunakan menjadikan konsep-konsep astronomi lebih mudah dipahami, sekaligus membuka peluang bagi pembaca untuk mengembangkan penggunaan Stellarium dan Google Earth dalam pembelajaran, penelitian, maupun praktik astronomi dan falak. Stellarium & Google Earth

Previous Post

Hari ini OIF UMSU kedatangan adik-adik dari sekolah SD IT Bina Insan Batangkuis yang dibersamai oleh Bapak/Ibu guru.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Live streaming
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU