• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Polusi Cahaya di Bumi tahun 2023, Semakin Parahkah?

Admin Website by Admin Website
March 9, 2023
in Artikel, Info Astronomi
2
Polusi Cahaya di Bumi tahun 2023, Semakin Parahkah?
697
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hariyadi Putraga

Polusi cahaya merupakan salah satu musuh terbesar bagi pecinta astronomi dan langit malam, keberadaannya sendiri tidak dapat dikurangi seiring berkembangnya kemajuan zaman di setiap daerah. Saat ini hampir semua manusia sudah menyebar dan menghasilkan cahaya penerangan di malam hari yang menjadi kontributor polusi cahaya. Baliho, laser dan lampu penerangan juga menjadi sumber terbesar yang menerangi langit malam, sehingga banyak fenomena dan benda langit malam hampir tidak dapat terlihat dari dalam kota ataupun daerah dengan tingkat polusi cahaya tinggi. Untuk orang yang tumbuh dan besar di kota, dapat dipastikan mereka tidak pernah melihat keberadaan galaksi bima sakti di langit malamnya.

Penyebab utama polusi cahaya adalah lampu luar ruangan yang memancarkan cahaya ke atas atau ke samping. Setiap cahaya lampu yang ikut berhamburan ke atas, kecuali di mana pohon atau bangunan mungkin menghalanginya, dan akan menyebar ke seluruh atmosfer mencerahkan langit malam. Partikel polusi udara juga akan meningkatkan hamburan cahaya di malam hari, seperti halnya berdampak pada jarak pandang di siang hari.

Berikut merupakan peta sebaran polusi cahaya yang diambil satelit JPSS tahun 2023

Negara-negara di Asia merupakan kontributor polusi cahaya terbesar di dunia, banyak negara di asia yang memiliki aktivitas tinggi di malam hari sehingga penerangan di negara mereka lebih banyak menerangi langit malam dan mengurangi potensi keterlihatan benda astronomi di daerahnya. Penerangan luar ruangan menghabiskan sekitar tiga hingga lima persen dari permintaan listrik di negara maju. Bergantung pada bagaimana polusi cahaya didefinisikan dan praktik pencahayaan setempat, fraksi pencahayaan luar ruangan yang berkontribusi terhadap polusi cahaya dapat berkisar antara 20 hingga lebih dari 50 persen.

Bagaimana Polusi Cahaya mempengeruhi langit Malam? Berikut ilustrasi bagaimana polusi cahaya mengakibatkan malam menjadi “terang” dan bintang menjadi redup.

Bagaimana cara kita mengurangi polusi cahaya?

#1 Matikan Lampu Saat Tidak Digunakan

Banyak dari kita sudah dikondisikan sebelumnya untuk melakukan ini ketika orang tua kita memarahi kita saat tumbuh dewasa ketika meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu. Tetapi jika Anda perlahan-lahan keluar dari kebiasaan itu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulainya kembali. Mematikan lampu tidak hanya membantu mengurangi polusi cahaya secara keseluruhan, tetapi juga mengurangi biaya energi Anda di rumah.

#2 Gunakan Lebih Sedikit Lampu Saat Di Dalam Rumah

Pemakaian lampu terang hanya dibutuhkan dalam kegiatan bersama,. Jika Anda menghargai pencahayaan redup , Anda sudah memulai dengan baik. Memiliki dimmer yang dipasang di setiap ruangan juga memungkinkan untuk menggunakan lebih sedikit cahaya secara keseluruhan.

#3 Biarkan Tirai dan Tirai Tertutup di Malam Hari

Setelah matahari terbenam, biasakan menggunakan tirai jendela agar cahaya dari kamar tidak keluar dari rumah atau ruangan Anda, karena hal itu berkontribusi terhadap polusi cahaya di luar ruangan. Ini juga memungkinkan privasi Anda sendiri, terutama di tempat yang dekat seperti di gedung hotel atau apartemen.

#4 Matikan Semua Lampu Saat Akan Tidur

Ini tidak perlu dikatakan, tetapi ketika Anda tidur Anda tidak membutuhkan lampu! Lampu malam kecil untuk menerangi jalan Anda saat anda akan kamar mandi tengah malam itu cukup, serta lampu sensor gerak juga menjadi pilihan bagi beberapa orang.

#5 Saat Keluar, Arahkan Lampu Anda ke Tanah

Saat menggunakan senter atau lampu depan di luar untuk menerangi jalan Anda, usahakan selalu untuk mengarahkannya ke tanah. Percaya atau tidak, mengarahkan sinar kecil ke atas memang berkontribusi terhadap polusi cahaya! Ini juga merupakan praktik yang baik jika Anda melakukan pendakian malam, baik di kota maupun di pedesaan.

#6 Gunakan Pengaturan Shift Malam di Semua Perangkat

Saat ini, dengan semua perangkat kita seperti komputer di rumah, laptop, iPad, telepon, dll., memiliki potensi untuk berkontribusi sebanyak (atau lebih) terhadap polusi cahaya daripada lampu ruangan biasa. Terutama ketika semua orang di keluarga menggunakannya. Setelah gelap, lampu terang layar tentu tidak diperlukan, jadi alihkan ke pengaturan malam yang lebih redup. Ini juga baik untuk mata kita. Bahkan jika perangkat tersebut tidak diperlukan, dapat dimatikan saja untuk mengurangi cahaya dan listrik terpakai di rumah.

Tags: hariyadi
Previous Post

Matahari dalam Panjang Gelombang Visual 08 Maret 2023

Next Post

Meteor Kembali Tabrak Bulan kita terekam Kamera

Next Post
Meteor Kembali Tabrak Bulan kita terekam Kamera

Meteor Kembali Tabrak Bulan kita terekam Kamera

Comments 2

  1. Nayla Khanifatul Khabibah 1B says:
    2 years ago

    meskipun modernisasi tidak bisa dihindari, ada cara agar kita tetap bisa menjaga keseimbangan antara kebutuhan penerangan dan melestarikan langit malam.

    Reply
  2. aing macan 2 says:
    2 years ago

    wah ternyata polusi udara juga bahaya bagi kesehatan kita

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU