OIF UMSU menyelenggarakan Diskusi Observatorium & Astronomi (DOA) Spesial Ramadhan 1444 H yang ketiga dengan tema, “Karya-Karya Hisab-Rukyat Ulama Nusantara” bersama narasumber tokoh falak, Bapak Prof. Madya Dr. Baharuddin Bin Zainal dari University Sultan Zainal Abidin Malaysia yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Falak lainnya, Kamis (06/04).
Dalam uraian persentasinya, Dr. Baharuddin menyampaikan bahwa, “Karya-karya hisab rukyat yang berkaitan dengan hasil penulisan dalam bentuk manuskrip atau nadir yang digunakan untuk keperluan dibidang ilmu Falak, memberi tahu kepada masyarakat kapan masuk waktu sholat dan penentuan awal bulan dalam kehidupan sehari-hari. Maka demikian, para ulama bertanggung jawab untuk menyebarkan ilmu ini ke masyarakat. Penyebaran ini boleh dalam bentuk catatan atau salinan dan menjadi manuskrip atau menjadi naskah nadir. Maka dalam manuskrip ini, kita mengetahui bagaimana ilmu itu berkembang,” ungkapnya.
Adapun karya-karya yang dibahas pada diskusi hari ini adalah karya-karya yang secara khusus membahas tentang hisab-rukyat. Salah satu nya adalah kitab Sullamun An-nayyirain yang merupakan karya Syekh Muhammad Mansur bin Abdul Hamid bin Muhammad ad-Damiry al-Batawiy (1343 H/1925 M). Kitab ini memuat tiga risalah. Pertama, memuat kaidah-kaidah yang berhubungan dengan ijtima’. Kedua, memuat tentang kaidah-kaidah yang berhubungan dengan cara menghitung gerhana bulan. Sedangkan, Ketiga memuat tentang kaidah-kaidah yang berhubungan dengan
cara menghitung gerhana matahari.
Kemudian acara ditutup dengan tanya jawab oleh peserta yang hadir melalui zoom dan closing statement dari narasumber. Acara kegiatan ini ditayangkan kembali melalui Chanel YouTube OIF UMSU.













