• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Mengenal Lebih Dekat Planet Saturnus

Admin Website by Admin Website
August 30, 2022
in Info Astronomi
0
Mengenal Lebih Dekat Planet Saturnus
1.7k
SHARES
7.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Abu Yazid Raisal, M.Pd

Tim Peneliti OIF UMSU

Saturnus adalah planet keenam dari Matahari. Selain itu, Saturnus merupakan planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Saturnus merupakan planet terjauh yang dapat dilihat manusia dengan mata telanjang tanpa bantuan teleskop dan telah ditemukan sejak zaman kuno. Nama Saturnus diambil dari nama dewa pertanian dan kekayaan dalam mitologi Romawi yang juga merupakan ayah dari Jupiter. Saturnus termasuk ke dalam planet Jovian yang tersusun dari gas sama seperti Jupiter.

Bentuk Saturnus menyerupai sferoid pepat, yaitu seperti bola yang bentuknya tertekan pipih di sepanjang sumbu dari kutub ke kutub sehingga diameter di khatulistiwa terlihat lebih besar daripada diameter di kutub. Diameter rata-rata Saturnus sebesar 116.464 km. Diameter Saturnus sembilan kali lebih besar dibandingkan dengan diameter Bumi. Jarak rata-rata Saturnus terhadap Matahari adalah 1,4 milyar kilometer atau 9,5 AU. Cahaya Matahari membutuhkan waktu 80 menit untuk sampai ke planet Saturnus.

Saturnus merupakan planet dengan hari terpendek kedua setelah Jupiter. Planet ini hanya memerlukan waktu 10 jam 14 menit untuk melakukan sekali rotasi (rotasi Saturnus). Saturnus membutuhkan waktu 29,4 tahun untuk mengelilingi Matahari (revolusi Saturnus). Sumbu rotasi Saturnus miring dengan sudut sebesar 26,73o dari lintasan orbitnya. Sama seperti yang sumbu rotasinya miring sebesar 23,5o, di planet Saturnus juga terdapat beberapa musim.

Sama seperti Jupiter, Saturnus Sebagian besar terbuat dari Hidrogen dan Helium. Di pusat Saturnus terdapat inti logam padat seperti besi dan nikel yang dikelilingi oleh bahan berbatu dan senyawa lain yang dipadatkan oleh tekanan dan panas yang kuat. Inti Saturnus mirip dengan inti Jupiter hanya saja dengan ukuran yang lebih kecil. Planet Saturnus merupakan satu-satunya planet di tata surya yang memiliki massa jenis lebih kecil daripada air. Jika ada sebuah kolam dengan ukuran yang sangat besar hingga semua planet di tata surya bisa masuk kedalamnya, Saturnus merupakan satu-satunya planet yang mengambang di kolam tersebut.

Massa jenis Saturnus lebih kecil daripada massa jenis air

Atmosfer luar Saturnus mengandung 96,3% molekul hidrogen dan 3,25% helium. Seperti Jupiter, Saturnus sebagian besar terbuat dari hidrogen dan helium, dua komponen utama yang sama yang menyusun Matahari. Sebagai planet gas raksasa, Jupiter tidak memiliki permukaan yang sebenarnya. Planet ini sebagian besar adalah gas dan cairan yang berputar-putar. Saturnus diselimuti awan yang tampak seperti garis-garis samar, aliran jet, dan badai. Planet ini memiliki banyak warna kuning, coklat dan abu-abu.

Saturnus terlihat cantik dengan cincin yang mengitarinya. Cincin Saturnus dianggap sebagai potongan komet, asteroid, atau bulan yang hancur yang pecah sebelum mencapai planet tersebut, terkoyak oleh gravitasi kuat Saturnus. Partikel cincin sebagian besar berkisar dari butiran es kecil berukuran debu hingga bongkahan sebesar rumah. Sistem cincin ini membentang sepanjang 6.630 km hingga 120.700 km di atas khatulistiwa dengan rata-rata ketebalan kira-kira 20 meter. Saat ini Saturnus memiliki 82 satelit alami dimana 59 sudah diberi nama sementara 29 lagi masih menunggu komfirmasi. Satelit terbesar yang dimiliki Saturnus adalah Titan.

Cincin Saturnus

Tags: Cincin SaturnusMengenal Lebih Dekat Planet SaturnusPlanet SaturnusYazid
Previous Post

QHYCCD QHY 5-II-M

Next Post

Pengukuran Arah Kiblat di Masjid Al-Ikhlas

Next Post
Pengukuran Arah Kiblat di Masjid Al-Ikhlas

Pengukuran Arah Kiblat di Masjid Al-Ikhlas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU