• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Mengenal  Ilmuwan Muslim Penemu Aljabar

Admin Website by Admin Website
August 30, 2022
in Artikel
1
Mengenal  Ilmuwan Muslim Penemu Aljabar
817
SHARES
3.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Wika Maisari*

 Tim Planetarium OIF UMSU

Muhammad bin Musa al Khawarizmi adalah  seorang muslim berkebangsaan Persia yang menemukan angka nol, Sering disebut bapak aljabar. Menjadi salah satu ilmuwan yang berdedikasi terhadap perubahan dunia hingga masa kini. Karya-karya yang luar biasa, dari beliau menuntun kita menemukan berbagai kemudahan dimasa-masa selanjutnya dan membantu memecahkan banyak misteri dalam kehidupan.

Lahir pada tahun 194 H/780 M, tepatnya di Khaarizm, Uzbeikistan. Karena itulah beliau kerap disapa dengan panggilan Khawarizmi. Beliau wafat  sekitar tahun 850 di Baghdad. Sebagai seorang ilmuan, beliau juga orang yang aktif dalam pendidikan. Beliau pernah menjadi dosen di sekolah Kehormatan Baghdad, Irak. Banyak tokoh sains yang mengakui seorang Al-Khawarizmi sebagai ilmuwan cerdas.

Salah satu prestasi utamanya adalah  penemuan Aljabar. Aljabar merupakan materi yang banyak dipelajari di seluruh dunia. Aljabar adalah salah satu cabang matematika yang mempelajari tentang pemecahan masalah menggunakan simbol – simbol sebagai pengganti konstanta dan variabel. Al-jabar banyak dimanfaatkan di dunia dan menjadi salah satu materi yang wajib diajarkan di sekolah-sekolah.

Tak hanya menemukan Aljabar, beliau juga ahli dalam Ilmu Falaq (ilmu Astronomi) yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang peredaran benda-benda langit. Beliau pun menulis buku tentang Ilmu Falak yang berjudul Zīj Al-Sindhind “tabel astronomi”. Zij Al-Sinshind adalah buku yang berisi 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrological. Belum selesai di bidang astronomi, beliau juga adalah penemu istilah Algoritma. Pengertian Algoritma sendiri yaitu langkah-langkah yang logis mengenai penyelesaian masalah yang di susun secara sistematis dan logis. Algoritma sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dan merupakan ilmu yang sangat berpengaruh dalam bidang komputer. Algoritma adalah mata kuliah wajib yang menjadi dasar pembuatan program komputer.

Ternyata Al-Khawarizmi juga adalah seorang ahli Bumi. Bukunya kitab surat al-Ardi telah menjadi dasar Ilmu Bumi Arab. Oleh Abdul Fida, seorang ahli ilmu Bumi yang terkenal, buku itu disebut sebagai buku yang menggambarkan bagian-bagian bumi yang dihuni manusia karena dihiasi secara lengkap dengan peta beberapa bagian dunia. CA Nallino, seorang penerjemah karya- karya Al-Khawarizmi kedalam bahasa latin, menegaskan bahwa tak ada orang Eropa yang dapat menghasilkan karya seperti beliau.

Previous Post

Geliat Observatorium di Perguruan Tinggi Indonesia

Next Post

Kalender Hijriah Dalam Al-Qur’an

Next Post
Kalender Hijriah Dalam Al-Qur’an

Kalender Hijriah Dalam Al-Qur’an

Comments 1

  1. Gia says:
    2 years ago

    Sangat informatif

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU