• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Mengenal Aurora, Yang Berwarna-Warni

Admin Website by Admin Website
August 31, 2022
in Info Astronomi
0
Mengenal Aurora, Yang Berwarna-Warni
568
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nova Anggraini*

(Penulis Tim Planetarium OIF UMSU)

Pemandangan yang paling indah dan berwarna-warni di langit adalah pendaran dan cahaya yang tidak terlalu sering tampak. Banyak diantaranya seperti aurora, dihasilkan oleh atmosfer Bumi dan terkait dengan objek astronomi, seperti Matahari. Pemandangan,  lain seperti cahaya zodiak, terjadi jauh di angkasa. Semua penampakan tersebut dapat kita nikmati sebagaimana adanya, tetapi juga sangat berguna bila kita dapat mengenalinya lebih jauh lagi untuk menghindari kebingungan  antara hal-hal yang terjadi di atmosfer kita dengan kejadian astronomi yang sebenarnya di angkasa.

Aurora sering kali tampak sebagai cahaya seperti pancaran cahaya yang menerangi horizon utara dibelahan langit utara (atau horizon selatan di belahan langit selatan). Aurora paling sering muncul di zenith, dengan cahaya berwarna-warni seperti mengalir dari jauh diangkasa. Ini dikenal sebagai korona. Kapan waktu terbaik untuk mengamati Aurora? Pada dasarnya untuk mengamati suasana langit tidak luput dari kecerahan langit, nah untuk melihat fenomena tersebut dibutuhkan langit yang bersih dan cerah. Akan tetapi Di Indonesia kita tidak akan pernah bisa melihat fenomena ini karena kita berada di khatulistiwa. Aurora akan dapat dilihat hanya di kutub utara dan kutub selatan saja, dimana magnet Bumi berada.

Pendaran berwarna, yang dikenal sebagai aurora, merupakan hal yang umum terjadi disekitar wilayah kutub Bumi. Hal tersebut terjadi karena aliran partikel dari Matahari yang tertarik oleh sumbu magnetik Bumi ketika partikel tersebut mengenai atmosfer atas Bumi, bisa menyebabkan atom-atom gas berpendar. Aurora tampak seperti tirai besar yang bergantung di langit, berubah bentuk secara perlahan. Dan fenomena ini sering terlihat di wilayah yang luas, terutama ketika aktivitas bintik Matahari sedang tinggi. Aurora itu terjadi disebabkan oleh: 1. Medan magnet yang tidak stabil sehingga menyebabkan terbentuknya sun spot atau lebih dikenal dengan bintik Matahari. 2. Meledaknya sun spot yang menyebabkan badai pada Matahari, oleh karena kondisi medan magnet yang tidak stabil menyebabkan disekitaran sun spot yang bersuhu dingin menjadi meningkat. Dengan tidak stabilnya pada daerah permukaan sun spot menyebabkan sun spot jebol yang mengakibatkan terbentuknya flare atau lidah api sehingga terjadi badai Matahari dan akan melontar ke Bumi. 3. Bertubrukannya partikel angin Matahari yang terionisasi dengan oksigen dan nitrogen, mengakibatkan terjadinya Aurora oleh atom-atom yang bertumbukan dengan partikel yang bermuatan, terutama elektron dan proton yang berasal dari Matahari.

Tags: aurora
Previous Post

Menghitung Waktu Ashar Menggunakan Rubu’ Al-Mujayyab

Next Post

Pengaruh Pandemi COVID19 Terhadap Astronomi

Next Post
Pengaruh Pandemi COVID19 Terhadap Astronomi

Pengaruh Pandemi COVID19 Terhadap Astronomi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU