• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Instrumen Klasik

Mari mengenal Bagian-Bagian Astrolabe

Admin Website by Admin Website
October 20, 2022
in Info Astronomi
0
Mari mengenal Bagian-Bagian Astrolabe
681
SHARES
3.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Wika Maisari

Tim Planetarium OIF UMSU

Astrolabe adalah instrumen astronomi klasik yang biasa digunakan untuk menentukan posisi benda-benda langit. Secara bahasa, Astrolabe berasal dari bahasa Yunani ‚astro dan labon. Astro artinya bintang, sedangkan labon artinya pengintai atau pengukur. Literatur klasik Arab, menyebut alat tersebut dengan ‚usturlab‛ dengan makna alat untuk mengukur bintang (miqyas al-nujum), penerjemahan yang disesuaikan dengan istilah dalam bahasa Yunani.

Sebagaimana dikutip dalam buku khazanah astronomi islam abad pertengahan, dalam beberapa literatur Arab disebutkan bahwa Astrolabe diduga berasal dari zaman Nabi Idris yang memiliki anak bernama Lab. Lab yang memiliki pengetahuan dalam bidang astronomi mempunyai kebiasaan bermain-main dan melukis di atas pasir. Suatu ketika, Lab menggambar sebuah garis-garis lingkaran yang putus-putus di atas pasir. Kemudian, salah satu saudaranya bertanya, man satara haza? (siapa yang membuat garis-garis ini?). Saudaranya yang lain menjawab, satarahu Lab (yang membuat garis-garis itu adalah Lab). Berawal dari kisah ini, maka alat tersebut disebut usturlab.

Fungsi Instrumen ini digunakan untuk berbagai observasi dan perhitungan astronomi, topografi, geografi dan oseanografi. Kelebihan astrolabe dalam fungsi-fungsinya adalah dapat digunakan secara langsung , cepat dan detail guna mengetahui posisi benda-benda langit tanpa memerlukan perhitungan yang rumit

Adapun bagian-bagian astrolabe terdiri dari lempengan piringan 360 derajat dengan desain dan skala-skala tertentu. Alat ini juga terdiri dari banyak komponen seperti mater, plates, rete, rule, alidade, throne, limb, pin dan horse.

Mater

Mater Dalam Bahasa Arab mater disebut umm al-usturlab yang merupakan bagian terpenting dalam astrolabe  berupa dinding lempengan yang berlubang di titik pusatnya berguna untuk menghubungkan lempengan-lempengan astrolabe. Lempengan ini diliputi lingkaran relief yang terbagi dalam empat persegi (bagian) dengan skala derajat, didalamnya terdapat ukiran berbentuk setengah lingkaran yang terbagi kepada 12 bagian.

Plates

Dalam Bahasa Arab disebut al-Shafihah atau lempengan logam bulat  berlubangdan rekah disekitarnya dan sedikit menonjol yang memproyeksikan  garis lintang pengamat, yang dapat menunjukkan zenith, meridian dan busur ketinggian ufuk dan garis langit dari titik pengamat. Al- Shafihah ini merupakan alat (bagian) utama astrolabe.

Rate

Dalam Bahasa Arab disebut Al-ankabut yaitu jaring berlubang yang sedikit menonjol yang memiliki ruang untuk bergerak yang berguna menentukan posisi bintang atau planet. Al-ankabut terdiri dari dua pusat lingkaran yaitu pusat lingkaran Capricorn dan pusat lingkaran Cancer, dimana dalam dua lingkaran ini terdiri 12 zodiac.

Rule

Rule Dalam Bahasa Arab disebut dengan Al’uqdah  atau al-mistharah yaitu sebuah tongkat berbentuk seoerti penggaris  untuk menggerakkan bagian depan astrolabe yang berfungsi mengukur sudut dan ketinggian Matahari di siang hari serta planet dimalam hari. Rule ini terletak di atas rate, memiliki 2 bentuk yaitu bentuk tunggal dan ganda.

Alidade

Alided atau dalam Bahasa Arab disebut al-adhaha yaitu sebuah tongkat ganda yang terletak di sisi belakang astrolabe  yang berfungsi untuk membidik bintang melakukan pengukuran sudut yang akurat.

Throne

Dalam Bahasa Arab disebut Al-Kursy, yaitu bagian tetap berupa tonjolan yang melekat pada bagian atas mater. Didalan throneterdapat lubang untuk menaruh tali yang berfungsi sebagai pegangan ketika astrolabe digunakan pada saat pengamatan

Limb

Dalam Bahasa Arab disebut al- hujroh yaitu bagian yang melingkar  di sepanjang sisi matermembungkus plate dan rate. Didalamnya terdapat garis-garis, angka dan huruf sebagai skala derajat dan jam. Limb mempunyai skala waktu dengan total 24 jam sehari yang terbagi dalam satuan menit

Pin

 

 

 

 

Pin adalah bagian yang berfungsi untuk mengikat semua  bagian astrolabe sehingga tersusun menjadi satu secara utuh dan urut. Pin terletak  pada pusar mater sebagai titik poros bagian yang berputar seperti plates, rate, rule dan alidade.

Horse

Horse merupakan pengunci pin yang ada pada astrolabe

 

Previous Post

Aurora yang Langka

Next Post

Mengenal Asteroid Lebih Dekat

Next Post
Mengenal Asteroid Lebih Dekat

Mengenal Asteroid Lebih Dekat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU