Pada hari minggu tepatnya pukul 10:17 WIB (03:17 UT), Bagian tepi timur Matahari meledakkan flare yang besar, yaitu Flare X1.17. Flare tersebut mencapai puncak ledakan pada 10:34 WIB dan berakhir 34 menit semenjak ledakan pertama terjadi. Beberapa menit setelah ledakan itu, CME (Coronal Mass Ejection) dilepaskan ke angkasa namun tidak mengarah ke Bumi.
Gambar : Flare pada 17 April 2022 (aia.lmsal.com)
Flare diketahui sebagai ledakan yang terjadi pada Matahari. Biasanya flare berasal dari daerah aktif di Matahari dimana terdapat medan magnet yang sangat kuat. Daerah aktif tersebut ditandai dengan area yang lebih gelap yang dikenali sebagai bintik Matahari (sunspot).
Dilansir dari spaceweatherlive.com, flare X1.17 berasal dari daerah aktif 2994. Flare ini merupakan flare terkuat ketiga dalam siklus Matahari saat ini. AR2994 adalah bintik Matahari yang berada di hemisfer utara di bagian tepi bersama dengan daerah lain, yaitu AR2993. Semenjak muncul di bagian tepi timur, baik AR2993 maupun 2994 diprediksi akan menunjukkan aktivitas yang besar dalam beberapa minggu ke depan ketika daerah tersebut bergerak ke piringan tengah Matahari.
Aktivitas yang besar dari Matahari saat ini merupakan hal yang wajar sebagaimana diketahui, Matahari saat ini mengalami peningkatan aktivitas. Hal ini ditandai dengan jumlah sunspot yang lebih banyak dan aktivitas ledakan yang lebih besar. Saat ini, Matahari berada pada fase menuju kenaikan puncak ke 25 dari siklus Matahari (dapat dilihat pada gambar di bawah ini).
Gambar : Siklus Matahari (www.swpc.noaa.gov)





