Oleh: Hariyadi Putraga
Tim OIF UMSU
Sebuah foto terbaru dari komet antarplanet 3I/ATLAS memperlihatkan bahwa objek langit ini semakin aktif dengan ekor yang kian memanjang ketika mendekati Matahari. Gambar tersebut berhasil diabadikan oleh para astronom dan mahasiswa menggunakan teleskop Gemini South yang berada di Cerro Pachón, Chili.
Komet 3I/ATLAS pertama kali ditemukan pada 1 Juli 2025 melalui survei Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) di Rio Hurtado, Chili. Komet ini dikategorikan sebagai objek antarplanet, artinya ia terbentuk di sekitar sebuah bintang di ruang antarbintang, bukan di dalam Tata Surya kita. Hingga saat ini, 3I/ATLAS merupakan salah satu dari hanya tiga komet yang diketahui berasal dari luar Tata Surya. Perjalanannya akan membawanya melintasi sistem Tata Surya, kemudian kembali menuju ruang antarbintang yang luas.
Pengamatan terbaru dilakukan pada 27 Agustus 2025 dengan menggunakan instrumen Gemini Multi-Object Spectrograph (GMOS) di teleskop Gemini South. Foto tersebut menampilkan coma, yaitu awan gas dan debu yang menyelimuti inti komet, yang semakin terang seiring meningkatnya aktivitas penguapan es ketika mendekati Matahari. Selain itu, ekor komet tampak lebih panjang dibandingkan pengamatan sebelumnya, menandakan aktivitasnya semakin intens. Observasi dilakukan dengan filter multiwarna — merah, hijau, biru, dan ultraviolet — sehingga memungkinkan analisis detail mengenai warna serta komposisi partikel debu yang dilepaskan komet.
Hasil pengamatan ini sangat penting karena spektrum cahaya yang dipancarkan komet dapat memberikan informasi tentang kandungan kimia 3I/ATLAS. Menariknya, analisis awal menunjukkan bahwa debu dan es penyusun komet ini memiliki kemiripan dengan komet-komet yang terbentuk di dalam Tata Surya kita. Temuan ini menimbulkan pertanyaan menarik mengenai kesamaan proses pembentukan komet, baik di dalam maupun di luar Tata Surya.
Tidak hanya berfokus pada penelitian, pengamatan 3I/ATLAS juga melibatkan partisipasi publik. Para mahasiswa dari Hawai‘i dan La Serena, Chili, diundang untuk terhubung secara jarak jauh ke ruang kendali Gemini South. Mereka berkesempatan berdialog langsung dengan para astronom serta belajar mengenai ilmu komet antarplanet. Program edukatif ini dipimpin oleh Karen Meech dari University of Hawai‘i Institute for Astronomy, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas wawasan masyarakat tentang objek langit yang langka ini.



