• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Kisah Dua Bintang Terang yang Terpisah Sungai

Admin Website by Admin Website
August 30, 2022
in Artikel
0
Kisah Dua Bintang Terang yang Terpisah Sungai
953
SHARES
4.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kisah ini adalah cerita rakyat yang berawal dari Tiongkok, yang menyebar ke beberapa negara tetangga seperti Jepang, Korea, dan Vietnam. Walaupun berkembang di beberapa negara, kisahnya tetap serupa, yaitu kisah cinta dua dunia, Vega merepresentasikan seorang putri langit yang mahir menenun dan Altair adalah seorang penggembala sapi yang terpisahkan oleh sebuah sungai.

 

Di negara-negara tersebut ada festival khusus untuk merayakan kisah tersebut, yaitu Festival Qixi di Tiongkok, Festival Tanabata di Jepang, Festival Chilseok di Korea, dan Festival That Tich di Vietnam. Perayaan festival ini serentak dilaksanakan pada musim panas, tepatnya pada tanggal 7 di bulan ketujuh pada kalender lunisolar. Pada kalender gregorian berkisar antara bulan Juli hingga Agustus.

Vega merupakan bintang paling terang di rasi Lyra dengan magnitudo semua 0.03 yang berada di sebelah barat bentangan galaksi Bimasakti. Sementara Altair adalah bintang paling terang pada rasi Aquilla dengan magnitudo semua 0.77 yang berada di sebelah timur dari Bimasakti.

Penulis mengambil penamaan menggunakan kisah dari Jepang yang cukup populer. Dikisahkan Vega adalah putri Raja Langit yang pandai menenun bernama Orihime/Shokujo yang jatuh cinta dengan Altair seorang penggembala sapi bernama Hikoboshi/Kengyou. Karena Hikoboshi merupakan penggembala yang rajin, sehingga Tentei sang Raja Langit memperbolehkan Hikoboshi untuk mempersunting putrinya. Selama mengarungi bahtera pernikahan Orihime dan Hikoboshi hidup bahagia, namun mereka menjadi lalai dengan pekerjaannya masing-masing, Orihime tidak lagi rajin menenun dan Hikoboshi tidak lagi rajin menggembala sapi.

Melihat kondisi ini Tentei menjadi murka dan memisahkan keduanya dengan sungai Amanogawa (bentangan galaksi Bimasakti/ Milky Way), dan keduanya menjadi sangat sedih. Raja langit hanya memperbolehkan keduanya bertemu setelah keduanya melaksanakan pekerjaannya masing-masing selama satu tahun. Mereka hanya boleh bertemu pada tanggal 7 di bulan ke-7 di setiap tahunnya, dengan bantuan burung-burung Kasasagi. Namun jika hujan turun pada tanggal tersebut sungai akan meluap dan dua sejoli ini tidak bisa bertemu. Oleh karena itu salah satu ritual yang dilakukan saat Festival Tanabata adalah menaruh kertas harapan sebagai simbol agar tidak turun hujan sehingga Orihime dan Hikoboshi dapat bertemu melepas rindu.

Begitulah kisah pendek tentang Vega dan Altair, Vega dan Altair saat ini dapat diamati dengan baik sekitar pertengahan malam. Dengan peralatan yang tepat dan langit yang baik, dapat kita amati bagaimana Vega dan Altair terpisahkan oleh sungai ini. Kisah tentang dua bintang ini pun berkembang di Yunani kuno dan Mesopotamia dengan cerita yang berbeda.

Previous Post

Horizontal Sundial

Next Post

OIF UMSU Menjadi Narasumber Pada Kegiatan Penyuluhan Akurasi Arah Kiblat Bagi Masyarakat Kota Medan

Next Post
OIF UMSU Menjadi Narasumber Pada Kegiatan Penyuluhan Akurasi Arah Kiblat Bagi Masyarakat Kota Medan

OIF UMSU Menjadi Narasumber Pada Kegiatan Penyuluhan Akurasi Arah Kiblat Bagi Masyarakat Kota Medan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU