• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Instrumen Klasik

Gawang Lokasi Instrumen Pendeteksi Pergerakan Hilal

Admin Website by Admin Website
November 30, 2022
in Instrumen Klasik
0
726
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wika Maisari

Tim Planetarium OIF UMSU

 

Hilal adalah objek yang diamati ketika ingin menentukan tanggal satu bulan hijriyah. Pengamatan hilal tidak lepas dari beberapa alat bantu, salah satu alat bantu sederhana yaitu gawang lokasi. Gawang lokasi merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mendeteksi pergerakan hilal ketika pelaksanaan rukyat. Konsep dari gawang lokasi yaitu menggunakan konsep sumbu. Yaitu sumbu horizontal untuk mengukur azimuth dan sumbu vertical untuk mengukur ketinggian.

Gawang lokasi merupakan karya dari ahli Falak Sumatera Barat yaitu K.H.Sa’doedin Djambek (1911-1977), bersama K.H.T.Tangsoban yaitu seorang ahli Falak dari Sukabumi. Alat ini pupuler dengan sebutan “BEKTANG” (Djambek Tangsoban).

 

Alat ini terdiri dari dua bagian yaitu tiang pembidik dan gawang lokasi.

  1. Tiang pembidik adalah sebuah tiang tegak terbuat dari besi yang tingginya sekitar satu sampai satu setengah meter dan pada puncaknya diberi lobang kecil untuk membidik hilal.
  2. Gawang lokasi adalah dua buah tiang tegak, terbuat dari besi berongga semacam pipa. Pada ketinggian yang sama dengan tinggi tiang teropong, kedua tiang tersebut dihubungkan oleh mistar datar, sepanjang kira-kira 15 sampai 20 sentimeter, sehingga kalau kita melihat melalui lobang kecil yang terdapat pada ujung tiang pengincar menyinggung garis atas mistar tersebut, pandangan kita akan menembus persis  permukaan air laut yang merupakan ufuk mar’i (visible horizon). Di atas tiang tersebut terdapat pula dua buah tiang besi yang atasnya sudah dihubungkan oleh mistar mendatar, kedua tiang ini dimasukkan kedalam rongga dua tiang pertama, sehingga tinggi rendahnya dapat di atur menurut tinggi hilal pada saat observasi. Jarak yang baik antara tiang pengincar dan gawang lokasi sekitar lima meter atau lebih.

Gawang lokasi ini juga telah banyak di produksi oleh beberapa lembaga dengan berbagai nama yang berbeda. Ada yang menyebutnya hilal locator, sky tracker dan ada juga yang menyebutnya hilal tracker. RHI juga memproduksi gawang lokasi namun dengan versi modern. Gawang lokasi yang di produksi RHI ini tahan karat dan juga ringan dibawa, dikarenakan terbuat dari bahan non-logam.

Fungsi dari gawang lokasi adalah:

  1. Melokalisir arah terbenam Matahari dengan catatan penempatan gawang lokasi sudah tegak lurus serta arahnya tepat sesuai arah mata angin yang sejati.
  2. Melokalisir arah terlihatnya hilal.
  3. Memfokuskan arah pandangan pengamat.
Tags: hilaloifumsuUMSU
Previous Post

Pandangan 2 Guru Besar Terkait KIG pada Temu Kerja Hisab Rukyat 2020

Next Post

Laporan Pengamatan Hilal Rabiul Awal 1442 H

Next Post
Laporan Pengamatan Hilal Rabiul Awal 1442 H

Laporan Pengamatan Hilal Rabiul Awal 1442 H

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU