• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Bumi dan Gerak Benda Langit

Bumi dan Gerak Benda Langit

Admin Website by Admin Website
September 3, 2022
in Info Astronomi
0
Tentang Bumi Kita
909
SHARES
4.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Abu Yazid Raisal, M.Pd

bolaLangit tampaknya seperti kubah raksasa yang melingkupi kita (bumi), dan benda-benda langit seperti bintang, bulan, dan matahari seolah-olah menempel pada kubah tersebut. Kubah inilah yang kita namakan bola langit. Bola yang dilihat hanyalah sebagian yang dibatasi oleh bidang lingkaran yang disebut horizon atau kaki langit.

Disamping itu,benda-benda langit ini tampaknya bergerak di bola langit dari timur ke barat selama 24 jam dalam satu kali putaran. Gerak benda-benda langit dalam 24 jam ini dinamakan gerak harian benda langit. Adanya pergantian siang dan malam mengindikasikan adanya gerak rotasi bumi. Rotasi bumi menyebabkan gerak semu harian Matahari sehingga mengakibatkan perubahan posisi Matahari setiap harinya. Matahari terlihat terbit di timur dan tenggelam di barat. Padahal gerak semu ini teramati karena Bumi kita yang berotasi dengan arah sebaliknya, dari barat ke timur. Sehingga akan muncul tampak kesan semu bahwa dari sudut pandang kita (sebagai pengamat) di Bumi, Matahari-lah yang bergerak mengelilingi. Namun bila dilihat dari kutub utara, semua benda langit ini tampak mengitari kutub utara langit.

Selain berotasi, bumi juga bergerak mengelilingi matahari atau disebut sebagai revolusi bumi. Bumi membutuhkan waktu 365,25 hari untuk menglilingi matahari satu putaran.Sumbu rotasi Bumi ini tidak sejajar terhadap sumbu revolusi, melainkan sedikit miring sebesar 23,5 derajat. Akibat dari miringnya sumbu rotasi Bumi itu, Matahari tidak selalu terlihat di atas khatulistiwa Bumi, Matahari akan terlihat berada di bagian utara dan selatan Bumi. Selama setengah tahun, Matahari lebih banyak menerangi Bumi bagian utara, dan setengah tahun berikutnya Matahari lebih banyak menerangi Bumi bagian selatan.

Dalam gerak semunya, matahari akan tampak bergerak dari khatulistiwa (equator) antara 23,5 derajat lintang utara dan lintang selatan. Pada tanggal 21 maret, lintasan harian Matahari akan berimpit dengan ekuator sehingga matahari terbit tepat di timur dan terbenam tepat di barat (deklinasi Matahari = 0 derajat). Peristiwa ini disebut ekuinoks musim semi. Pada saat ekuinoks, lamanya siang dan malam hari sama 12 jam di seluruh tempat di Bumi. Pada tanggal 21 Juni, Matahari sampai pada deklinasinya paling utara, yakni 23,5 derajat sehingga menyebabkan musim panas di belahan bumi utara. Pada tanggal 23 September, lintasan harian Matahari akan berimpit kembali dengan ekuator. Peristiwa ini disebut ekuinoks musim gugur. Pada tanggal 22 Desember, Matahari sampai pada deklinasinya paling selatan, yakni -23,5 derajat sehingga menyebabkan musim dingin di belahan bumi utara.

Previous Post

Jurus Jitu Tim Planetarium Ketika Menangani Kunjungan

Next Post

Pelatihan Ilmu Falak Pekan Keempat

Next Post
Pelatihan Ilmu Falak Pekan Keempat

Pelatihan Ilmu Falak Pekan Keempat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU