• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Blue Moon Yang Tidak Berwarna Biru

Admin Website by Admin Website
August 27, 2022
in Artikel
0
Blue Moon Yang Tidak Berwarna Biru
590
SHARES
2.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Abu Yazid Raisal

Tim Peneliti OIF UMSU

Pada bulan Oktober 2020, purnama akan terjadi dua kali yaitu pada tanggal 1 Oktober dan tanggal 31 Oktober. Bulan purnama kedua yang terjadi pada tanggal 31 Oktober dikenal dengan istilah Blue Moon. Blue Moon atau Bulan Biru merupakan isitilah yang digunakan saat fase purnama terjadi dua kali dalam satu bulan. Meskipun namanya Bulan Biru, namun hal tersebut tidak ada hubungannya dengan warna dari kondisi bulan tersebut.

Purnama terjadi dua kali dalam satu bulan disebabkan kalender Masehi dibuat berdasarkan periode revolusi Bumi mengelilingi Matahari bukan berdasarkan periode orbital Bulan. Kalender yang berdasarkan periode orbital Bulan contohnya adalah kalender Hijriah. Terjadinya fenomena Bulan Biru disebabkan adanya perbedaan dalam jumlah hari dalam kalender Masehi dan kalender Hijriah. Jumlah hari dalam kalender Masehi adalah 365 hari, sedangkan jumlah hari dalam kalender Hijriah adalah 354 hari. Akibat perbedaan tersebut, akan ada muncul fase Bulan purnama dua kali dalam satu bulan.

Awalnya istilah Bulan Biru digunakan untuk menyebut fase Bulan purnama ketiga dalam satu musim yang memiliki empat fase Bulan purnama. Hal ini terjadi sekali dalam dua atau tiga tahun dalam wilayah beriklim sub-tropis. Rata-rata siklus bulan ketika mengelilingi Bumi adalah 29,53 hari. Dalam satu tahun kalender Masehi ada sekitar 365,24 hari. Oleh karena itu, ada 12,37 siklus bulan yang muncul dalam setahun. Hasil ini diperoleh dari pembagian jumlah hari dalam tahun kalender Masehi dengan rata-rata siklus bulan ketika mengelilingi Bumi. Kelebihan dari 12,37 siklus bulan itu menghasilkan satu bulan purnama ekstra dalam dua atau tiga tahun.

Istilah yang lebih populer dari Bulan Biru yaitu fase Bulan purnama kedua dalam satu bulan mulai dikenal pada tahun 1946. Hal ini disebabkan artikel seorang astronom amatir bernama James Hugh Pruett dalam majalah Sky & Telescope pada tahun 1946. Dia salah mengartikan pengertian Bulan Biru dalam artikelnya. Meskipun disebebkan karena kekeliruan, istilah tersebut masih digunakan dan tidak diperdebatkan.

Karena rentang waktu siklus bulan adalah 30-31 hari, maka bisa dipastikan bulan Februari tidak akan pernah memiliki Blue Moon. Bahkan terkadang dalam bulan Februari tidak ada Bulan purnama sama sekali. Hal ini terjadi apabila bulan Januari dan bulan Maret terdapat dua kali fase Bulan purnama. Fenomena ini pernah terjadi pada tahun 2018 dimana pada bulan Februari tidak ada fase Bulan purnama. Bulan Februari tanpa fase Bulan purnama dapat terjadi lagi 19 tahun setelahnya yaitu pada tahun 2037.

Tags: Blue Moonkalender Masehiobservatorium ilmu falak umsuoif umsuUMSU
Previous Post

Aurora Pancaran Cahaya yang Langka

Next Post

Mengenal Lebih Dekat Planet Merkurius

Next Post
Mengenal Lebih Dekat Planet Merkurius

Mengenal Lebih Dekat Planet Merkurius

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU