• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Benang Putih & Benang Hitam (al-Khaith al-Abyadh wa al-Khaith al-Aswad)

Admin Website by Admin Website
September 1, 2022
in Artikel, Kolom
0
Benang Putih & Benang Hitam (al-Khaith al-Abyadh wa al-Khaith al-Aswad)
1.5k
SHARES
6.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar 

Kepala Observatorium Ilmu Falak UMSU

Firman Allah, “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dan benang hitam yaitu fajar” (QS. Al-Baqarah ayat 187). Ayat ini memberi penjelasan tentang waktu Subuh yang ditandai dengan fajar. Ayat ini memberi perumpamaan fajar dengan ‘benang putih’ dan ‘benang hitam’. Ada ragam interpretasi dan penafsiran di kalangan ulama terkait ‘benang putih’ dan ‘benang hitam’ ini. Demikian lagi para ahli bahasa tak luput mengurai dua terminologi ini. Berikut adalah beberapa definisi dan interpretasi ‘benang putih’ dan ‘benang hitam’ menurut para ahli bahasa dan ulama.

Ibn Faris (w. 395/1005) dalam “Maqayis al-Lughah” menyatakan kata ‘khaith’ sebagai sesuatu yang terbentang halus (imtidad asy-syai’ fi diqqah). Kata ‘al-khaith’ yang telah populer ini juga bermakna cahaya putih siang (bayadh an-nahar). Sementara itu ‘al-khaith al-aswad’bermakna gelap malam (sawad al-lail).

Ibn Manzhur (w. 711/1311) dalam “Lisan al-‘Arab”menyatakan, ‘al-khaith’ bermakna ‘as-silk’ (kawat), jamaknya ‘akhyath’dan ‘khuyuth’. Adapun firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 187, menurut Ibn Manzhur bermakna warna putih Subuh (bayadh ash-shubh) dan gelap malam (sawad al-lail) yang menyerupai benang halus. Menurut Abu Ishaq, seperti dikutip Ibn Manzhur, dari dua fajar itu (fajar kazib dan fajar sadik), yang pertama tampak kehitaman membentang (mu’taridh) yaitu ‘al-khaith al-aswad’, yang kedua tampak naik menyebar (mustathil) memenuhi ufuk yaitu ‘al-khaith al-abyadh’.

Sementara itu Ibn Taimiyah menjelaskan, penamaan cahaya putih siang (bayadh an-nahar) dan gelap hitam malam (sawad al-lail) dengan ‘al-khaith al-abyadh’ dan ‘al-khaith al-aswad’ menjadi dalil bahwa permulaan cahaya putih yang tampak di kegelapan secara lembut lagi halus, sedangkan ‘al-khaith’ meruncing (menjulang).
Fakhr ar-Razi (w. 606/1209) dalam tafsirnya menyatakan, ‘al-khaith al-abyadh’ itu meniscayakan fajar, dan kita mengerti bahwa yang dimaksud bukan Subuh kazib, tapi Subuh sadik. Lantas mengapa Subuh sadik disamakan dengan ‘al-khaith’ (benang), sedangkan Subuh sadik tidak disebut ‘mustathil’ (menyebar), sementara ‘al-khaith’ menyebar (mustathil)? Jawabannnya adalah, kadar warna putih (al-bayadh) yang ia menjadi penyebab penghalang awal Subuh sadik tidak menghambur (muntasyir), namun ia kecil dan halus (shaghiran daqiqan). Bahkan pebedaan antara sadik dan kazib adalah, kazib muncul tampak halus, sedangkan sadik muncul halus dan terus naik menyebar (mustathil).

Az-Zamakhsyari (w. 538/1143) dalam “Tafsir al-Kassyaf” menyatakan, ‘al-khaith al-abyadh’ adalah permulaan fajar saat mulai tampak membentang di ufuk seperti benang yang terurai, sedangkan ‘al-khaith al-aswad’ adalah cahaya yang memanjang dari gelap malam yang meyerupai dua benang, putih dan hitam.
Asy-Syaukani dalam “Fath al-Qadir” menyatakan benang (al-khaith)ini sebagai perumpamaan (tasybih baligh), dimana benang putih dimaksud disini adalah yang membentang (al-mu’taridh) di ufuk, bukan menjulang seperti ekor Serigala.

Ibn Jarir (w. 310/922) dalam “Tafsir Ibn Jarir ath-Thabary” menyatakan, benang putih dimaksud adalah cahaya putih siang (bayadh an-nahar), sedangkan benang hitam adalah gelap malam (sawad al-lail), dimana hal ini telah populer di kalangan Arab. Wallahu a’lam[]

Artikel ini telah diterbitkan di : https://infomu.co/2021/01/13/kolom-dr-arwin-benang-putih-dan-benang-hitam/

Previous Post

Kunjungan dan Survei Tim Arsitek IAIN Padang Sidempuan

Next Post

Planet Misterius yang Mengorbit Tiga Pusat Surya

Next Post
Planet Misterius yang Mengorbit Tiga Pusat Surya

Planet Misterius yang Mengorbit Tiga Pusat Surya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU