• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Begini Kalau Mau Menjadi Astronot

Admin Website by Admin Website
April 14, 2022
in Artikel
1
Begini Kalau Mau Menjadi Astronot
895
SHARES
4.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariyadi Putraga

Tim OIF UMSU

Dalam dunia karir astronomi, menjadi astronot di angkasa merupakan salah satu mimpi hampir semua ilmuwannya. Namun, tidak semua bisa menjadi astronot angkasa, kebanyakan hanya dapat menjadi astronot di bumi (Astronom Bumi). Namun, kesempatan menjadi astronom angkasa bukanlah ketidakmungkinan. Dsini akan dibahas apa saja persyaratan untuk menjadi astronot di angkasa.

Dalam program astronot dari NASA, persyaratan utama saat ini adalah Anda harus menjadi warga negara Amerika Serikat. Syarat Kewarganegaraan ini menjadi mutlak jika anda ingin menjadi astronot di NASA, karena memang badan ini adalah milik Amerika, namun terdapat kelonggaran terbaru, yaitu kepemilikan kewarganegaraan ganda masih diperbolehkan. Di luar itu, NASA menetapkan tiga persyaratan minimum untuk aplikasi astronot mereka.

Pertama, pelamar harus memiliki gelar sarjana di bidang teknik, ilmu biologi, fisika, ilmu komputer, atau matematika.

Kedua, Anda harus memiliki tiga tahun pengalaman profesional terkait bidang anda atau sekitar 1.000 jam uji coba. Pengalaman profesional itu bisa berupa mengajar atau waktu mengejar gelar yang lebih tinggi di bidang anda.

Dan ketiga, Anda harus lulus dari tes melewati ujian yang disebut fisik Astronot berdurasi panjang NASA.  Sebagai bagian dari fisik itu, Anda harus memiliki penglihatan 20/20.

Mungkin cukup mengejutkan mengetahui bahwa tidak ada batas persyaratan usia untuk dapat menjadi seorang astronot. Tentu saja, Anda harus cukup umur untuk memenuhi persyaratan minimum profesional dan mampu lulus tes fisik. Adapun rentang Rentang usia yang produktif berkisar antara 26 hingga 46 tahun.

Selanjutnya, tidak ada tipe tubuh khusus yang diperlukan untuk menjadi astronot, tetapi Anda harus dapat mengenakan pakaian antariksa selama bekerja di angkasa yang disebut unit mobilitas ekstravehicular, yang dipakai para astronot untuk melakukan perjalanan di luar angkasa.

Berapa gaji astronot?

Gaji astronot akan tergantung pada status pekerjaan Anda di militer atau keahlian sebagai astronot sipil.

Jika Anda adalah anggota militer, Anda tidak akan menerima “gaji” sebagai astronot. Anda dibayar sesuai dengan pangkat militer. Astronot sipil dianggap pegawai pemerintah dan gaji didasarkan pada skala gaji federal untuk kelas GS-13 sampai GS-15 .

GS-13 dapat menghasilkan hingga $103.309 per tahun atau setara dengan Rp 1,48 miliar rupiah, sementara GS-14 dapat memperoleh $122.077 atau setara dengan Rp 1,75 miliar rupiah, menurut FederalPay.org. Gaji GS-15 tingkat atas adalah $ 143.598 per tahun atau setara dengan Rp 2 miliar rupiah.

 

Kira-kira, berapa lama yang dibutuhkan untuk dapat menjad seorang astronot? Diperkirakan, setelah anda lulus sekolah menengah atas, akan membutuhkan sekitar 10 tahun lagi. Dengan pembagian tahun itu menjadi empat tahun untuk kuliah sarjana, dua tahun untuk meraih gelar master, dua tahun pengalaman profesional dan kemudian dua tahun di Korps Astronot NASA.

Bagaimana cara melamar menjadi astronot?

Pendaftaran dilakukan secara berkala dengan seleksi sesuai kebutuhan NASA. Biasanya personil militer aktif dan warga sipil yang ingin mendaftar juga harus mengajukan aplikasi mereka melalui USAJOBs, Personel militer juga diminta untuk memberi tahu komandan mereka tentang minat mereka dalam program luar angkasa.

 

Tags: hariyadi
Previous Post

“Lautan” Sepi di Bulan

Next Post

Mengenal Siklus-Siklus Bulan

Next Post
Mengenal Siklus-Siklus Bulan

Mengenal Siklus-Siklus Bulan

Comments 1

  1. Cherly amelia says:
    3 years ago

    Yes lumayan bagus

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU