Oleh: DTM. Randi Oktian Zulhar
Tim Peneliti OIF UMSU dan Mahasiswa Ilmu Falak, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Manusia kerap mengeluh ketika panas Matahari terasa menyengat, terutama ketika suhu Bumi meningkat dan terik membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman. Namun, di balik rasa panas yang kerap menjadi keluhan, terdapat nikmat yang sangat fundamental bagi keberlangsungan kehidupan di Bumi. Matahari bukan sekadar benda langit yang menerangi siang hari, melainkan sumber energi utama yang menopang hampir seluruh sistem kehidupan di planet kita. Pengetahuan dasar yang telah banyak diketahui adalah Matahari merupakan sebuah bintang sekaligus pusat Tata Surya, dengan Bumi dan planet-planet lainnya bergerak mengelilinginya. Lantas, pernahkah kita membayangkan bagaimana jika Matahari tidak lagi menjadi bintang yang menerangi dan menghangatkan Bumi, atau bahkan jika ia digantikan oleh bintang lain? Apakah Bumi akan tetap menjadi tempat yang sama bagi kehidupan seperti yang kita kenal sekarang? Pertanyaan sederhana ini membawa kita pada kesadaran bahwa keberadaan Matahari, dengan karakteristik dan energinya, merupakan salah satu kondisi penting yang memungkinkan kehidupan berkembang di Bumi.

Sumber: Skyandtelescope.org
Pada tahun 1850, William Bond dan John Adams berhasil memotret Vega, bintang ini menjadi bintang kedua yang berhasil dipotret manusia setelah Matahari, dan bintang kedua yang spektrumnya direkam. Bintang Vega sangat penting bagi peradaban kuno karena pernah menjadi bintang kutub utara dan para astronom mengklaim ini sebagai bintang terpenting kedua dalam sejarah astronomi setelah Matahari. Bagaimana jika Vega yang menggantikan Matahari? ini menarik untuk kita bahas.

Sumber: Internet
Matahari memiliki lapisan dengan panas yang berbeda mulai dari intinya, yang suhunya mencapai lebih dari 15 juta °C sampai ke permukaan matahari yang disebut dengan fotosfer memiliki suhu yang lebih rendah, yaitu 5.500 °C. Suhu permukaan dapat mempengaruhi energi yang dipancarkan oleh suatu bintang.
Perlu kita ketahui lebih dalam bahwa Matahari memiliki luminositas 3,828 × 1026Watt. Artinya, setiap detik Matahari memancarkan energi sebesar 382.800.000.000.000.000.000.000.000 Watt, nilai tersebut sering dijadikan satuan standar (1 L☉) untuk membandingkannya dengan bintang lain. Jika ada bintang dengan luminositas 10 L☉, maka bintang itu memancarkan energi 10 kali lebih besar dari Matahari.
Matahari memiliki magnitudo mutlak sebesar +4,82, ketika nilai magnitudo lebih kecil bahkan sampai menyentuh nilai negatif maka semakin terang objek tersebut. Karena jarakya ke Bumi tidak sejauh bintang lainnya sehingga terangnya Matahari menjadi satu-satuya sumber cahaya untuk Bumi kita, dengan magnitudo tampak sebesar -26,74, ketika kita melihatnya dari Bumi bahkan mata kita tersilaukan karena cahayanya.

Sumber: universetoday.com
Di tata surya kita, Matahari menjadi objek terbesar yang menyumbang 98% massa dari keseluruhan dan memiliki diameter sekitar 865.000 mil (1,4 juta km), dengan radius sekitar 435.000 mil (700.000 km). Dari segi massa, butuh 330.000 Bumi agar massanya setara Matahari dan dibutuhkan 1,3 juta Bumi untuk mengisi volume Matahari.
Dan fakta yang harus kita ketahui ternyata Matahari hanyalah bintang biasa bahkan ukurannya kecil di antara banyaknya bintang di alam semesta. Ada banyak bintang yang jauh lebih terang, lebih besar serta lebih panas, bahkan bisa berkali-kali lipat daripada Matahari, misalnya bintang Sirius, Vega, Rigel, Deneb dan masi banyak lagi.
Bagaimana jika salah satu bintang tersebut ada di tata surya kita?, apakah Matahari yang kita lihat setiap harinya masih terlihat atau tertutup karena di dominasi oleh cahaya bintang yang lebih terang?, apakah bintang tersebut seperti monster yang besar jika kita lihat dari Bumi?, dan akankah kita merasakan kepanasan yang lebih panas dari biasanya?.

Sumber: Dokumentasi Pribadi
Setelah mengetahui sedikit tentang Matahari, selanjutnya kita mengenali bintang Vega. Suhu permukaan bintang Vega sebesar 9.787°C sehingga memiliki selisih suhu permukaan sebesar 4.287°C dengan Matahari, artinya Vega 1,74 kali lebih panas daripada Matahari kita. Luminositas Vega sekitar (40,12 L☉) artinya 40,12 kali lipat dari luminositas Matahari.
Vega salah satu bintang yang paling terang di langit malam walaupun jaraknya 25,04 tahun cahaya ke Bumi kita, yang memiliki magnitudo tampak sebesar +0,03, jika kita lihat dari Bumi terangnya seperti gambar di atas yang hasilnya sama sekali belum diolah. Terlihat bahwa bintang Vega paling mencolok dari yang lain. Vega memiliki magnitudo mutlak sebesar +0,58 sehingga memiliki selisih magnitudo mutlak sebesar 4,24 dengan Matahari. Selisih 1 Magnitudo sama dengan berkelipatan 2,5 kali lipat, jadi bisa disimpulkan bahwa terangnya bintang Vega sekitar 40 kali lipat dari Matahari.
Seandainya Vega masuk ke dalam Tata Surya kita, cahayanya akan mendominasi langit layaknya Matahari yang menenggelamkan cahaya bintang-bintang lain di siang hari karena jaraknya yang sangat dekat dari Bumi, dengan luminositas Vega yang 40 kali lipat Matahari membuat langit Bumi terasa jauh lebih terang dan lebih panas dari biasanya. Cahaya Matahari bukan hanya didominasi oleh cahaya Vega, melainkan Vega juga sepenuhnya menggantikan perannya sebagai sumber cahaya utama Tata Surya.
Jika itu terjadi Bumi akan menerima radiasi panas dan ultraviolet dalam jumlah yang jauh melampaui batas kemampuan makhluk hidup bertahan sehingga dalam hitungan menit hingga jam, suhu udara akan melonjak drastis, lautan mulai mendidih dan menguap, serta radiasi UV yang sangat kuat akan merusak sel-sel makhluk hidup di permukaan karena besarnya energi yang dimiliki Vega. Singkatnya, yang akan kita rasakan bukan sekadar langit yang lebih terang, tetapi panas ekstrem yang datang begitu cepat sehingga Bumi dalam waktu singkat berubah menjadi planet tidak layak huni.

Sumber: Skyandtelescope.org
Vega memiliki radius sekitar 1,1 juta mil (1,8 juta km) yang membuatnya 2,5 kali lebih besar daripada Matahari dan diperkirakan massanya sekitar 2,1 kali lipat dari massa Matahari kita. Jika Vega berada pada jarak yang sama dengan Matahari dari Bumi degan jarak 1AU, maka kita melihat piringan bintang yang lebih besar di langit, sekitar 2,5 kali ukuran tampak Matahari.
Meskipun begitu Vega tidak sampai memenuhi seluruh langit di atas kita, tetapi ukurannya sangat mencolok dibandingkan Matahari kita saat ini. Selain ukurannya, massa Vega yang lebih dari dua kali massa Matahari juga berdampak yang membuat gravitasi jauh lebih besar. Jika Vega yang menggantikan Matahari maka orbit Bumi dan planet-planet lainnya akan berubah, sehingga susunan dan dinamika Tata Surya bukan lagi seperti sekarang. Dengan begitu, kehadiran Vega pada jarak sedekat Matahari bukan hanya mengubah apa yang kita lihat dari Bumi, tetapi juga dapat mengubah keseimbangan gravitasi Tata Surya kita.
Ketika ini terjadi cukup besar dampak dari kehadiran Vega yang mungkin bisa menghancurkan kehidupan manusia dan membuat tempat yang memberi arti kehidupan menjadi planet mati. Sebelum kita melihat perubahan ukuran dan sumber cahaya ke Bumi kita lebih dulu menghilang karena panasnya bintang Vega itu sendiri. Apa kita masih layak untuk mengeluh karena panasnya Matahari yang kita rasakan saat ini?. Maka dari itu bersyukurlah kita karena Matahari masih menjadi pusat Tata Surya kita dan menjadi sumber kehidupan bagi manusia.


