SEREMBAN, MALAYSIA — Atas undangan resmi dari Mufti Kerajaan Negeri, Negeri Sembilan Darul Khusus, YB SS Dato’ Dr. Faudzinaim bin Haji Badaruddin, Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU), Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A., hadir sebagai salah satu pemateri dalam ajang Seminar Legasi Falak Nusantara 2026. Kegiatan bertaraf internasional tersebut diselenggarakan pada Rabu, 8 Safar 1448 H / 22 Juli 2026 bertempat di Ballroom 1, 2 & 3, Klana Resort Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Acara ini diprakarsai oleh Jabatan Mufti Kerajaan Negeri, Negeri Sembilan dengan mengusung tema “Mewarisi Khazanah Ilmu, Memperkasa Ketepatan Waktu”.

Dalam forum ilmiah yang dihadiri oleh para akademisi, peneliti, pegawai hal ehwal Islam, dan praktisi falak lintas negara tersebut, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar menyampaikan pemaparan materi dengan judul “Manuskrip Falak Alam Melayu”. Pembahasan berfokus pada eksplorasi kekayaan literasi keilmuan serta peninggalan risalah astronomi Islam karya para ulama di kawasan Nusantara dan sekitarnya. Melalui materi yang dibawakan, beliau menekankan pentingnya merawat, melestarikan, dan mengkaji kembali karya-karya sejarah tersebut agar nilai sains dan metodologi ilmiah di dalamnya dapat terus diwariskan secara berkesinambungan.

Lebih lanjut, dalam pemaparannya dijelaskan bahwa manuskrip falak Melayu bukan sekadar catatan atau dokumen sejarah masa lalu, melainkan bukti otentik mengenai tingginya penguasaan metodologi sains, penanggalan, dan perhitungan astronomi para ulama alam Melayu pada zamannya. Oleh karena itu, langkah penggalian nilai spiritual dan ilmiah dari manuskrip-manuskrip klasik ini dinilai sangat strategis dan relevan untuk dipelajari, diteliti, serta dikembangkan di tengah kemajuan sains dan penentuan waktu di era modern saat ini.
Keikutsertaan Kepala OIF UMSU dalam seminar internasional ini menegaskan peran aktif OIF UMSU sebagai pusat kajian ilmu falak yang tidak hanya berfokus pada pengembangan lokal dan nasional, tetapi juga berkontribusi dalam diskursus akademik internasional. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran keilmuan, serta penguatan jejaring dan lembaga-lembaga internasional di bidang ilmu falak.








