• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Apa Itu Micromoon ?

Keadaan Bulan pada Jarak Terjauhnya di Orbit Bumi

Admin Website by Admin Website
August 27, 2022
in Artikel
0
Apa Itu Micromoon ?
608
SHARES
2.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Nova Anggraini. S.Pd

*Tim Planetarium OIF UMSU

 

Fenomena Micromoon maupun Supermoon terjadi pada saat bulan berada di dalam fase bulan purnama atau pada saat fase bulan baru. Bulan purnama lebih mudah diamati untuk melihat perbandingan antara kedua fenomena tersebut. Bulan mengorbit Bumi dalam lintasan elips yang mengakibatkan satu sisinya memiliki jarak paling dekat dan sisi lainnya memiliki jarak paling jauh dari planet Bumi. Saat fenomena bulan berada di Apogee keadaan ini disebut dengan Micromoon, Minimoon atau Apogee Moon.

 

 Sumber : Hasil Observasi Tim OIF UMSU

Perbandingan Supermoon dan Micromoon (sumber : NASA / Wikimedia Commons)

Dikarenakan Micromon berada pada jarak yang paling jauh hal ini mengakibatkan tampilan bulan di langit akan terlihat lebih kecil sekitar 14% dari ukuran saat bulan berada dalam keadaan Supermoon. Selain  itu daerah yang ter iluminasi terlihat sekitar 30% lebih kecil sehingga bulan akan terlihat sedikit kurang terang hal ini dikarenakan kebalikan dari hukum cahaya kuadrat yang mengubah jumlah cahaya yang diterima oleh bumi dibalikkan.

Ketika tidak dapat melihat supermoon pada fase bulan baru kita dapat melihat pengaruhnya disepanjang garis pantai laut lepas pengaruh gelombang pasang tinggi dikarenakan letak bulan baru yang ekstra dekat dengan matahari sehingga keadaan pasang dan surut akan sangat terlihat selama bulan itu begitu pula pasang tinggi akan terjadi pada saat purnama

Micromon sendiri bukanlah istilah ilmiah maupun istilah astronomi istilah ini disampaikan oleh Richard nolle pada tahun 1979 yang juga memberikan istilah pada Supermoon. Supermoon sendiri merupakan sebuah keadaan saat bulan baru dan bulan purnama terjadi pada posisi bulan dengan jarak terpendek dalam orbitnya atau Perigee.

Ringkasnya bumi, bulan dan matahari berada dalam bentuk segaris dengan posisi bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi setelah istilah Supermoon terpopuler kan masyarakat dengan cepat mengadopsi istilah Micromon untuk mendeskripsikan keadaan bulan purnama yang lebih kecil dibandingkan purnama biasanya pada jarak normal yaitu saat bulan berada pada jarak terjauhnya dari bumi.

Periode siklus purnama yang berada pada posisi perigee dengan bumi adalah sekitar 411,8 hari. Dengan perhitungan sederhana kita dapat memperkirakan dan menghitung kemungkinan Micromoon akan terjadi setiap purnama ke-14 setiap tahunnya tidak ada peraturan universal yang mengikat definisi berapa jauh posisi bulan untuk dapat dikualifikasikan sebagai Micromoon. Namun keadaan umumnya adalah saat bulan berada pada jarak yang lebih dari 400.000 km dalam periode yang apogee dapat digolongkan dalam keadaan Micromon.

Sumber : Majalah Observatoria Edisi 07

Source: Majalah Observatoria Edisi 07
Tags: Micromoonsupermoon
Previous Post

Dosen UMSU Adakan Pelatihan Pengakurasian Arah Kiblat Menggunakan Mizwala (Instrumen Astronomi Klasik)

Next Post

Guru-Guru SMP Rahmat Islamiyah Medan Sangat Antusias Mengikuti Pelatihan Pemanfaatan Media Rubu’ Al-Mujayyab (Instrumen Astronomi Klasik) yang dilakukan oleh Dosen UMSU

Next Post
Guru-Guru SMP Rahmat Islamiyah Medan Sangat Antusias Mengikuti Pelatihan Pemanfaatan Media Rubu’ Al-Mujayyab (Instrumen Astronomi Klasik) yang dilakukan oleh Dosen UMSU

Guru-Guru SMP Rahmat Islamiyah Medan Sangat Antusias Mengikuti Pelatihan Pemanfaatan Media Rubu’ Al-Mujayyab (Instrumen Astronomi Klasik) yang dilakukan oleh Dosen UMSU

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU