Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) Menggelar Diskusi Observatorium dan Astronomi (DOA) ke-32, mengangkat tema,”Manzilah” dengan narasumber pakar falak Malaysia, Ahmad Bin Zainal Abidin (Persatuan Falak Syarie Negeri Malaka), Via Zoom Meeting. Rabu, (27/03/2024).
Diskusi ini dihadiri beberapa tokoh falak baik dari Indonesia maupun Malaysia, mahasiswa ilmu falak, masyarakat umum dan lainnya. Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan bahwa, “Manzilah bulan ialah bintang-bintang yang menjadi tempat laluan (persinggahan) bulan dalam peredaran bulanannya (pada pandangan pencerap di bumi, laluan secara zahir bukan hakiki).” sampainya.
Beliau juga menyampaikan bahwa manzilah bulan itu berjumlah 28 manzilah. Pada zaman dahulu orang Arab mendapati bulan singgah (melalui) setiap manzilah pada kadar satu hari satu manzilah. Mereka menjadikan bintang-bintang tertentu sebagai tanda untuk membedakan kedudukan satu manzilah dengan manzilah lain. Maka manzilah itu dinamakan dengan nama bintang atau bentuk daripada gabungan beberapa bintang. ”Dan bulan pula Kami takdirkan ia beredar melalui beberapa peringkat, sehingga di akhir peredarannya kelihatan kembalinya pula ke peringkat awalnya (berbentuk melengkung) seperti tandan yang kering”. (Yasin: 39).
Dengan tema yang menarik ini tentunya mengundang banyak pertanyaan dari peserta sehingga kegiatan berlangsung interaktif. Terakhir, kegiatan ditutup dengan closing statement dari narasumber dan dokumentasi foto bersama.
Tayangan selengkapnya di Channel Youtube OIF UMSU
Materi dapat diakses disini












