• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Jam Matahari Ibn ar-Raqqam (w. 715 H/1315 M)

Admin Website by Admin Website
September 3, 2024
in Artikel, Kolom
0
Jam Matahari Ibn ar-Raqqam (w. 715 H/1315 M)
570
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Dosen FAI UMSU dan Kepala OIF UMSU

Ibn ar-Raqqam, nama lengkapnya Muhammad bin Ibrahim al-Mursy al-Andalusy at-Tunisy al-Ausy. Dia adalah ilmuwan Muslim asal Andalusia-Tunisia, dalam sejarah dia terhitung diantara pembesar bidang medis, pernah belajar di Granada. Dia juga ahli dalam bidang arimetika, geometri, kedokteran, dan astronomi. Diantara karya astronominya antara lain “az-Zaij al-Qawim”, “az-Zaij al-Mustaufa”, “Risalah fi ‘Ilm azh-Zhalal”, dan “az-Zaij asy-Syamil”, yang terakhir ini diantara naskahnya terdapat di Museum Kandili Istanbul, Turki.

Karyanya “Risalah fi ‘Ilm azh-Zhalal” mengkaji tentang mizwala atau jam matahari. Buku ini terhitung karya yang memiliki posisi dan urgensi besar dalam kajian jam matahari di dunia Islam, dan terutama di dunia barat. Buku ini ditulis saat Ibn ar-Raqqam masih muda. Konon, waktu itu karyanya ini dipinjam seseorang dan tidak kembali. Namun dalam beberapa waktu sejumlah tokoh (ulama) dari Afrika memintanya untuk menuliskannya lagi. Kitab ini sendiri ditulis pada paroh kedua abad ke-13 M, di Tunisia.

Jam matahari Ibn ar-Raqqam ini juga dinamakan juga dengan “ar-rakhamah”. Ar-Rakhamah sendiri merupakan warisan Yunani yaitu berupa tiang sederhana pada permukaan datar dimana ujung tiangnya menggambarkan bayangan dengan cara menggerakkannya mengikuti gerakan matahari yang terlihat, bentuknya melengkung, dan gradasi kurvanya memungkinkan jam dapat dibaca pada siang hari

Pola-pola (skala-skala) yang dideskripsikan dalam buku “Risalah fi ‘Ilm azh-Zhalal” ini sangat rinci yang mencerminkan jam matahari era abad pertengahan khususnya era Andalusia dan Maroko. Dalam konstruksinya, jam matahari yang berkembang di Andalusia waktu itu mirip dengan tipe “jam matahari horisontal” (as-sa’ah asy-syamsiyyah al-ufuqiyyah) dimana kurva yang digambarkan oleh bayangan matahari pada titik balik matahari musim dingin dan musim panas berbentuk busur hiperbolik, sedangkan bayangan pada titik balik matahari musim semi dan musim gugur mengikuti garis lurus. Demikian lagi alat ini juga cocok digunakan untuk menentukan waktu Zuhur dan Asar, yang menjadikan alat ini mendapat perhatian umat Islam. Dengan aplikasi dan fungsinya pada penentuan waktu salat (Zuhur dan Asar) ini justru menjadikan alat punya arti penting dan terus dikaji dan dipelajari hingga hari ini.

Paul Kunitz, yang tercatat pernah menelaah karya Ibn ar-Raqqam menginformasikan setidaknya ada 8 jenis jam matahari yang digunakan Ibn ar-Raqqam. Selain itu Ibn ar-Raqqam juga menemukan cara sederhana dalam memproyeksikan benda bola. Paul Kunitz adalah peneliti (orientalis) yang intens melakukan penelitian atas karya-karya saintifik Arab, dimana satu diantaranya karya Ibn ar-Raqqam ini.

Halaman judul naskah “Risalah fi ‘Ilm azh-Zhalal” karya Ibn ar-Raqqam (w. 715 H/1315 M), ditulis dimasa hidup Ibn ar-Raqqam.

Kepiawaian teknologis Ibn ar-Raqqam dalam mengonstruksi khususnya dalam proyeksi setereografik jam matahari  terbukti berbeda dengan apa yang dikonstruksi Ptolemeus. Hal luar biasa, konstruksi Ibn ar-Raqqam bersesuaian dengan Analema (instrumen Yunani silam) dalam menggambarkan beberapa bagian seterografik pada busur dan sudut dalam menentukan titik di langit, yang mana dalam hal ini dia tidak menggunakan trigonometeri.  Ibn ar-Raqqam sendiri dalam konstruksi instrumen ini tidak mampu mengetahui kajian Ptolemeus dalam tema ini, sebab karya Ptolemeus dalam bidang ini saat itu belum diterjemah ke dalam bahasa Arab sehingga ia tidak mendapatkan gambaran substansi dan konstruksinya.

Dalam perkembangannya, ilmuwan-ilmuwan Arab menggunakan teknologi Analema untuk tujuan yang berbeda-beda, namun diduga kuat tidak untuk mengonstruksi jam matahari. Karena itu harus diakui bahwa Ibn ar-Raqqam adalah diantara orang yang pertama menggunakan konstruksi-teknologi ini di Andalusia dan Maroko ketika itu yang memberi pencerahan teknologi alat-alat astronomi ketika itu.

Garis-garis skala jama matahari dalam kitab “Risalah fi ‘Ilm azh-Zhalal” karya Ibn ar-Raqqam (w. 715 H/1315 M)

Seperti dikemukakan Paul Kunitz tadi, dalam karyanya ini Ibn ar-Raqqam mendeskripsikan 8 jenis jam matahari. Diantaranya ada yang dikenal dengan “jam matahari datar” (sa’ah syamsiyyah basithah), lalu “jam matahari tegak” (sa’ah syamsiyyah qa’imah) dimana pada bagian akhirnya terdapat dataran sudut untuk tiang lingkaran yang dilalui titik timur-barat ufuk. Lalu ada “jam matahari istiwak” (sa’ah syamsiyyah istiwa’iyyah) yang setara bidang datarnya dengan garis istiwak, lalu “jam matahari mangkuk” (sa’ah sayamsiyyah wu’a’iyyah) dimana jam matahari digambarkan pada medium datar guna mengakomodir setengah lingkaran, lalu “jam matahari portabel” (sa’ah syamsiyyah mahmulah) yang didalamnya terdapat semacam kompas (ibrah maghnithis) yang dapat memberikan petunjuk arah, bahkan alat ini merupakan satu diantara koleksi kompas penting di dunia Islam dan Barat waktu itu.

Grafik jam istiwak dalam kitab “Risalah fi ‘Ilm azh-Zhalal” karya Ibn ar-Raqqam (w. 715 H/1315 M)

Kontribusi Ibn ar-Raqqam lainnya adalah dalam konversi jam (waktu) melalui alat ini berdasarkan gari lintang. Dia menjelaskan praktik ilustratif garis-garis pada jam matahari (yaitu proyeksi kemiringan sudut berdasarkan zodiak astronomi) yang pada dasarnya juga merupakan bagian dari proses kerja instrumen astronomi bernama astrolabe. Ibn ar-Raqqam juga menjelaskan secara rinci tata cara mengonstruksi kurva yang menggambarkan waktu-waktu salat, yang mana ini juga dipraktikkan dengan zenit kiblat dengan memanfaatkan Analema. Tak ayal sekali lagi karya dan kontribusi Ibn ar-Raqqam ini menjadi sumbangan penting di dunia Islam dan terutama di dunia barat.

Dalam sejarah diketahui bahwa para astronom Muslim banyak memberi perhatian terhadap jam matahari, yang bukan hanya digunakan untuk kepentingan dan kegiatan sehari-hari, namun terutama untuk kepentingan ibadah, dalam hal ini khususnya menentukan waktu-waktu salat. Paul Kunitz menuturkan, kajian instrumen astronomi dan teknologinya di dunia timur telah berlangsung sejak awal abad ke-3 H/9 M, hanya saja tidak seintensif di barat sampai munculnya karya Ibn ar-Raqqam yang ditulis pada abad ke-7 H/13 M. Karena itu kajian atas karya Ibn ar-Raqqam ini dan karya-karya tokoh lainnya patut untuk digali lebih jauh lagi. Naskah (manuskrip) “Risalah fi ‘Ilm azh-Zhalal” ini diantaranya dapat diakses disini: https://dlme-prod-lb.stanford.edu/library/catalog/81055%2Fvdc_100022581718.0x000001_dlme (koleksi: British Library: Oriental Manuscripts)

Dalam konteks modern, arti penting pengkajian jam matahari (sa’ah syamsiyyah, mizwala) dapat dilihat dalam beberapa hal berikut. Pertama, bahwa manajemen waktu merupakan hal penting bagi manusia guna menata dan merencanakan aktivitas sehari-hari, apakah aktivitas bertani, berburu, menyembah dewa, dan lain-lain. Standar waktu itu tidak lain adalah matahari yang merupakan sumber utama kehidupan manusia sepanjang waktu. Kedua, betapa orang-orang di zaman dahulu punya ikatan yang kuat dengan alam, pemahaman yang baik dan paripurna terhadapnya menjadikan kualitas hidup mereka akan berkualitas, yang berbeda bila sebaliknya.

Ketiga, kreasi jam matahari oleh orang-orang dahulu menunjukkan inovasi tiada henti manusia yang diawali dengan adanya tantangan untuk ‘menaklukkan’ dan memahami alam, yang melahirkan diantaranya jam matahari yang sangat berguna untuk manusia dalam kehidupannya. Keempat, arti penting jam matahari (mizwalah, sa’ah syamsiyyah) adalah pada kepentingan sosial yaitu terkait rutinitas manusia sehari-hari, namun khusus bagi umat Islam jam matahari kala itu menjadi standar dalam penentuan waktu ibadah yaitu waktu-waktu salat. Wallahu a’lam[]

Previous Post

Oposisi Saturnus 8 September: Fenomena Astronomis yang Menakjubkan

Next Post

Sahl bin Bisyr (w. 235 H/850 M) dan Geliat Astrologi Era Abbasiyah

Next Post
Sahl bin Bisyr (w. 235 H/850 M) dan Geliat Astrologi Era Abbasiyah

Sahl bin Bisyr (w. 235 H/850 M) dan Geliat Astrologi Era Abbasiyah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU