• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Summer Solstice, Titik Balik Matahari Paling Utara

Admin Website by Admin Website
August 30, 2022
in Info Astronomi
0
Summer Solstice, Titik Balik Matahari Paling Utara
826
SHARES
3.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariyadi Putraga

Tim OIF UMSU

Titik balik matahari (solstice) merupakan penghentian matahari di mana matahari tampak terbit dan terbenam, berhenti dan berbalik arah. Pada titik balik matahari di bulan Juni, ia mencapai titik paling utara dan Kutub Utara Bumi berada dalam posisi miring langsung ke arah matahari, sekitar 23,4 derajat. Peristiwa ini juga dikenal sebagai titik balik matahari utara karena terjadi ketika matahari berada tepat di atas Tropic of Cancer di belahan bumi utara. Titik balik matahari terjadi pada tanggal yang bervariasi antara 20 Juni dan 22 Juni, tergantung pada tahun, dan zona waktu setempat.

Pada saat matahari berada pada titik balik utara, matahari terbit tidak tepat di timur, tetapi terbit di timur laut-timur dan terbenam di utara-barat laut, artinya ia terlihat di langit dalam jangka waktu yang lebih lama untuk orang yang berada di bumi belahan utara.

Titik Summer Solstice atau titik balik musim panas merupakan titik paling utara yang dicapai Matahari dalam gerak tahunannya antara 23 September – 21 Juni ketika Matahari bergeser ke arah utara. Pada saat Summer Solstice, Matahari akan tampak berada pada perbatasan rasi Taurus dan Gemini, karena Matahari akan tampak bergerak ke rasi Gemini. Tapi ketika rasi-rasi bintang diberi nama, ketika Matahari di titik paling utara, ia berada di rasi Cancer sehingga titik tersebut juga dikenal sebagai Tropic of Cancer.
Kalau di lintang sedang (>23,5 derajat), Matahari akan lebih tinggi ketika transit/kulminasi. Sementara untuk sekitar ekuator, tergantung dari belahan bumi manakah masyarakat bertempat. Misalnya, seperti yang terjadi di Sabang, Solstis Juni akan menyebabkan Matahari berada di ketinggian 72,5 derajat di arah utara. Sedangkan di Pulau Rote, Solstis Juni akan menyebabkan Matahari berada di ketinggian 55,5 derajat di arah utara. Semakin ke utara akan semakin tinggi dan semakin ke selatan akan semakin rendah. sehingga, untuk kota-kota yang dilalui garis balik utara (tropic of cancer) seperti Muscat (Oman), Matahari akan tepat di atas kepala ketika tengah hari saat Solstis Juni.

The midnight sun adalah fenomena alam yang terjadi pada bulan-bulan musim panas di tempat-tempat di utara Lingkaran Arktik atau selatan dari Lingkaran Antartika , ketika matahari tetap terlihat di tengah malam lokal. Ketika matahari tengah malam terlihat di Kutub Utara , Matahari tampak bergerak dari kiri ke kanan, tetapi di Antartika gerakan semu yang setara adalah dari kanan ke kiri. Ini terjadi pada garis lintang dari 65°44′ hingga 90° utara atau selatan, dan tidak berhenti tepat di Lingkaran Arktik atau Lingkaran Antartika , karena pembiasan .
Sekitar titik balik matahari musim panas (sekitar 21 Juni di Belahan Bumi Utara dan 23 Desember di Belahan Bumi Selatan ), di daerah tertentu Matahari tidak terbenam di bawah cakrawala dalam periode 24 jam.

Tags: hariyadisolsticesummer solstice
Previous Post

Waktu Salat dan Institusi Mikat di Dunia Islam

Next Post

Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjary (w. 1227 H / 1812 M) dan Arah Kiblat

Next Post
Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjary (w. 1227 H / 1812 M) dan Arah Kiblat

Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjary (w. 1227 H / 1812 M) dan Arah Kiblat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU