• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Gerhana Bulan Total Saat Bulan dalam Perihelion

Admin Website by Admin Website
August 30, 2022
in Info Astronomi
0
Gerhana Bulan Total Saat Bulan dalam Perihelion
558
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariyadi Putraga

Tim OIF UMSU

 

Di beberapa bagian dunia, bulan purnama bulan ini bertepatan dengan gerhana bulan total ! Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berdiri tepat di antara Bulan dan Matahari, yang mengakibatkan Bumi menebarkan bayangannya ke Bulan. Selama Total gerhana bulan, Bulan sepenuhnya dikaburkan oleh bayangan bumi, memberikan Bulan rona kemerahan. Fenomena ini adalah asal muasal istilah “bulan darah”.

Di Bulan Mei, tepatnya tanggal 26 Mei 2021, Indonesia akan Kembali mendapatkan kesempatan mengamati Gerhana Bulan, yang dalam kesempatan ini mendapatkan keterlihatan gerhana bulan dalam keadaan Total. Gerhana bulan akan berlangsung selama lebih dari tiga jam dan bisa dinikmati dari Asia Timur, Australia, Pasifik, dan Amerika. Gerhana bulan ini terjadi bertepatan dengan saat Bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi (perigee) sehingga disebut dengan Gerhana Bulan Super.

Gambar: Peta Keterlihatan Gerhana Bulan 26 Mei 2021

Seluruh Wilayah Indonesia dapat mengamati fenomena ini, Namun untuk wilayah Indonesia Bagian Barat, Puncak Gerhana Bulan Total tidak dapat terlihat dikarenakan Bulan Masih berada di Bawah Ufuk, dan Saat Bulan telah terbit bulan sudah melewati fase puncak dan menuju ke fase kontak akhirnya.

Keterlihatan Gerhana Bulan Saat Baru Terbit di Kota Medan (Sumber: Stellarium)

 

Karena Bulan berada di dekat ufuk, maka disarankan untuk pergi ke tempat yang tinggi atau mencari daerah yang tidak terhalang dengan pemandangan bebas ke Timur untuk mendapatkan pemandangan gerhana yang terbaik. Gerhana Bulan berakhir pada pukul 19:51 WIB di Kota Medan.

Gerhana bulan dapat terlihat dari mana saja di sisi malam Bumi, jika langit cerah. Dari beberapa tempat terlihat seluruh gerhana, sedangkan di wilayah lain Bulan akan terbit atau terbenam saat gerhana.

Peristiwa Waktu UTC Waktu di Medan * Terlihat di Medan
Gerhana Penumbral dimulai 26 Mei, 08:47:39 26 Mei, 15:47:39 Tidak, di bawah Ufuk
Gerhana Parsial dimulai 26 Mei, 09:44:58 26 Mei, 16:44:58 Tidak, di bawah Ufuk
Gerhana Penuh dimulai 26 Mei, 11:11:26 26 Mei, 18:11:26 Tidak, di bawah Ufuk
Gerhana Maksimum 26 Mei, 11:18:42 26 Mei, 18:18:42 Tidak, di bawah Ufuk
Gerhana Penuh berakhir 26 Mei, 11:25:54 26 Mei, 18:25:54 Tidak, di bawah Ufuk
Gerhana Parsial berakhir 26 Mei, 12:52:23 26 Mei, 19:52:23 Terlihat
Gerhana Penumbral berakhir 26 Mei, 13:49:44 26 Mei, 20:49:44 Terlihat

* Bulan terkadang berada di bawah Ufuk di Medan, sehingga sebagian gerhana tidak terlihat.

The besarnya dari gerhana adalah 1,009.

Magnitudo penumbral dari gerhana tersebut adalah 1,954.

Total durasi gerhana adalah 5 jam 2 menit.

Total durasi fase parsial adalah 2 jam, 53 menit.

Durasi gerhana penuh adalah 14 menit.

Gerhana bulan total terjadi saat bulan dan matahari berada di antara bumi dalam satu kedudukan yang segaris. Setiap kali Bulan mengorbit Bumi, ia melewati hampir berlawanan dengan Matahari di langit saat mencapai Bulan Purnama. Jika Bulan mengorbit Bumi di bidang yang sama persis dengan Bumi yang mengorbit Matahari, Bumi akan melewati antara Matahari dan Bulan dan menciptakan gerhana bulan di Bulan Purnama setiap bulan.

Tags: hariyadi
Previous Post

Sudut Kedalaman Matahari Waktu Fajar (DOA-13) Spesial Ramadhan.

Next Post

Hilal Tracker

Next Post
Hilal Tracker

Hilal Tracker

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU