• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Halaqah Observatorium Ke-16

Admin Website by Admin Website
March 24, 2021
in Artikel
0
Halaqah Observatorium Ke-16
550
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Berabad-abad lampau ketika peradaban baru dimulai, catatan dan cerita turun temurun dalam budaya masyarakat sudah menunjukkan berbagai kisah rakyat yang terkait astronomi. Cerita-cerita dari langit ini memberi interpretasi tersendiri akan objek langit yang mereka lihat, termasuk kalangan suku Batak.

Sejak Zaman dahulu masyarakat Batak telah tertarik dengan Ilmu perbintangan (astronomi) dan ilmu ramalan (astrologi). Pengetahuan ini dicatat mereka pada bambu, tulang dan kulit kayu disebut dengan Kalender peramalan Batak (Parhalaan). Parhalaan pada bambu disebut Bulu Parhalaan, pada tulang disebut Holi Parhalaan, dan pada kulit kayu disebut Pustaha Parhalaan.

Perhitungan kalender penanggalan orang Batak dimulai sejak datangnya nenek moyang pertama ke Tanah Batak (Gunung Toba) untuk mendapatkan pohon kayu “ Hau Batak “ yakni bahan pembuatan tongkat (Tungkot Sisia Lagundi / tongkat bermakna sembilan legendaris) sekitar 2350-an tahun lalu.

Berikut adalah dokumentasi kegiatan Halaqoh Observatorium ke-16 dengan tema Astronomi Batak yang telah berlangsung pada hari Sabtu, 8 Rajab 1441 H / 20 Februari 2021 pukul 14.00-15.00 WIB.

 

Previous Post

Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI berkunjung ke Stand OIF UMSU.

Next Post

Halaqoh Observatorium Ke-17

Next Post
Halaqoh Observatorium Ke-17

Halaqoh Observatorium Ke-17

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU