• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Perbedaan Durasi Puasa di Berbagai Negara

Admin Website by Admin Website
August 31, 2022
in Info Astronomi
0
Perbedaan Durasi Puasa di Berbagai Negara
588
SHARES
2.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nova Anggraini

Tim Planetarium OIF UMSU

 

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah : 183)

Ketika berpuasa orang-orang biasanya selalu diingatkan dengan jadwal imsak pada waktu shalat Subuh dan berbuka pada waktu shalat Maghrib sesuai dengan lokasi tempat tinggalnya, dengan jadwal waktu shalat tersebut sekaligus sebagai penanda awal dan akhirnya berpuasa. Sehingga kita dapat mengetahui berapa lama durasi waktu berpuasa pada satu hari.

Seperti halnya siang dan malam selalu ada perbedaan lamanya waktu di berbagai negara. Bagi orang Indonesia sudah biasa berpuasa sekitar 13 jam lamanya. Ternyata di negara-negara lain ada perbedaan waktu berpuasa yang sangat signifikan bahkan hingga 21 jam lamanya.

Berikut ini daftar perbedaan durasi waktu berpuasa di berbagai Negara :

Eropa
Islandia

21 Jam

Finlandia

20 Jam

Norwegia

20 Jam

Rusia

19 Jam

Jerman

19 Jam

Inggris

18,5 Jam

Hungaria

18 Jam

Prancis

17 Jam

Georgi

17 Jam

Albania

17 Jam

Spanyol

16,5 Jam

Turki

16, 5 Jam

Amerika
Greeland

21 Jam

Kanada

17,5 Jam

Amerika

16,5 Jam

Bahama

15 Jam

Nikaragua

14 Jam

Aruba

14 Jam

Grenada

14 Jam

Panama

14 Jam

Kolombia

13,5 Jam

Peru

12,5 Jam

Argentiina

11,5 Jam

Chili

9 Jamm

Afrika& Australia
Nigeria

14 Jam

Ghana

13,5 Jam

Kenya

13 Jam

Zimbabwe

12,5 Jam

Australia

11,5 Jam

Asia
Kazakstan

18 Jam

Arnemia

16,5 Jam

Tiongkok

16 Jam

India

15 Jam

Nepal

15 Jam

Hongkong

14,5 Jam

Laos

14,5 Jam

Myanmar

14 Jam

Thailand

14 Jam

Brunei

13,5 Jam

Malaysia

13,5 Jam

Indonesia

13 Jam

Sumber : Al Jazeera dan Gulfnews

Terlihat pada table nama Negara dengan waktu durasi puasanya terdapat perbedaan dan cenderung lebih lama pada bagian Negara di Eropa, hal ini dikarenakan gerak rotasi dan gerak revolusi Bumi sehingga waktu siang hari lebih lama dibandingkan waktu pada malam hari.

Bentuk Bumi yang bulat akan berputar pada porosnya (rotasi) serta bergerak mengelilingi Matahari (revolusi). Ketika salah satu sisi Bumi terkena paparan cahaya Matahari, maka Negara bagian tersebut akan mengalami masa siang hari. Begitu juga sebaliknya, bagian yang tidak terkena cahaya Matahari akan mengalami malam hari. Waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari ialah 365 ¼ hari atau satu kali revousi sama dengan satu tahun kalender Matahari.

Gambar 1 : Rotasi dan Revolusi Bumi

Rotasi Bumi tidaklah tegak lurus melainkan mengalami kemiringan sebesar 23,5° pada ekuator Bumi dan orbit Bumi pada Matahari. Gabungan antara revolusi Bumi dan kemiringan sumbu rotasi Bumi mengakibatkan perbedaan waktu dibelahan Bumi baik siang maupun malam. Hal inilah yang menyebabkan adanya perbedaan durasi waktu puasa di berbagai Negara. Karena kemiringan sumbu Bumi, maka ada saat ketika kutub Uara lebih condong ke Matahari dan ada saat ketika kutub Selatan yang lebih condong ke Matahari.

 

Gambar 2 : Kemiringan sumbu rotasi Bumi (internet)

Negara yang berada disekitar kutub Utara atau Selatan mengalami perbedaan waktu yang sangat jauh. Berbeda dengan Negara-negara yang berada di garis khatulistiwa seperti Indonesia mendapatkan pancaran sinar Matahari dengan seimbang sehingga waktu siang dan malamnya memiliki durasi yang sama. Untuk negara di belahan Utara dan Selatan akan mengalami perbedaan waktu yang tidak seimbang, siang bisa lebih panjang dari malam atau sebaliknya.

 

 

Tags: puasa
Previous Post

International Observe The Moon Night

Next Post

Omar Khayyam Ilmuwan Cerdas di Abad Pertengahan

Next Post
Omar Khayyam Ilmuwan Cerdas di Abad Pertengahan

Omar Khayyam Ilmuwan Cerdas di Abad Pertengahan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU