• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Hasil Observasi

Hasil Pengamatan Tim OIF UMSU di Barus 19-24 Agustus 2020

Admin Website by Admin Website
August 27, 2022
in Hasil Observasi
0
Hasil Pengamatan Tim OIF UMSU di Barus 19-24 Agustus 2020
581
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Seperti setiap awal bulan Hijriah pada umumnya, OIF UMSU mengadakan pengamatan hilal hari pertama sebagai tanda awal bulan Muharram 1441 H pada tanggal 19 Agustus 2020. Pengamatan kali ini dilakukan di pantai Kedai Tiga,Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Namun hilal hari pertama tidak dapat dilihat dikarenakan awan tebal yang menyelimuti ufuk barat. Lokasi pengamatan di Barus dipilih dikarenakan polusi cahayanya lebih sedikit bila dibandingkan dengan lokasi OIF UMSU yang berada di Medan. Selain melakukan pengamatan hilal, tim OIF UMSU juga melakukan pengukuran kecerahan langit dengan Sky Quality Meter (SQM) dan pengamatan benda-benda langit selama beberapa hari di Barus. Cuaca di Barus selama pengamatan tidak terlalu baik dan awan seringkali menutupi langit sehingga benda-benda langit tidak dapat terlihat. Berikut beberapa benda-benda langit hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim OIF UMSU.

  1. Orion

Orion merupakan salah satu dari 88 rasi bintang yang ada. Orion merupakan rasi bintang yang mudah ditemukan karena terdiri dari bintang-bintang terang. Dalam mitologi Yunani, Orion memiliki arti “sang pemburu”. Orion mempunyai ciri khas yaitu 3 bintang yang membentuk garis lurus yang dikenal dengan sabuk Orion. Ketiga bintang tersebut adalah Alnitak, Alnilam dan Mintaka. Munculnya rasi bintang Orion di langit malam digunakan oleh masyarakat dunia untuk menandai pergantian musim. Orang-orang yang tinggal di belahan Bumi utara melihat rasi bintang Orion sebagai pertanda datangnya musim dingin. Dalam budaya Jawa, Orion dikenal dengan rasi bintang Waluku yang digunakan sebagai acauan untuk masa tanam dan panen. Selain itu Orion juga digunakan dalam menentukan arah. Rasi ini digunakan untuk menentukan arah barat. Di dalam rasi bintang Orion terdapat terdapat beberapa nebula salah satunya adalah Nebula Orion Besar (M42). Para astronom awalnya mengira M42 merupakan sebuah bintang karena apabila dilihat menggunakan mata telanjang tampak seperti sebuah bintang. Namun pada tahun 1618 astronom Rennus Cysatus menemukan bahwa M42 sebenarnya adalah sebuah nebula besar.

 

  1. Galaksi Andromeda

Galaksi Andromeda merupakan galaksi terdekat dari galaksi kita yaitu galaksi Bima Sakti. Galaksi Andromeda merupakan benda langit terjauh yang bisa dilihat menggunakan mata telanjang. Untuk dapat melihatnya dibutuhkan lokasi yang bebas dari gangguan polusi cahaya. Galaksi ini memiliki jarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari planet kita Bumi. Struktur galaksi ini mirip dengan galaksi Bima Sakti yang berbentuk spiral. Ukuran galaksi Andromeda dua kali lebih besar daripada galaksi Bima Sakti dan tersusun dari satu triliun bintang yang usianya kurang dari dua milyar tahun.

Previous Post

Agenda Observasi OIF UMSU di Barus

Next Post

Kosmologi dan Sains

Next Post
Kosmologi dan Sains

Kosmologi dan Sains

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU