• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Rubu’ Al-Mujayyab / Sine Quadrant di Peradaban India

Admin Website by Admin Website
August 31, 2022
in Info Astronomi
0
Rubu’ Al-Mujayyab / Sine Quadrant di Peradaban India
641
SHARES
2.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Muhammad Hidayat

Wakil Kepala OIF UMSU

 

Rubu’ Al-Mujayyab / Sine Quadrant adalah Instrumen berbentuk seperempat lingkaran yang terdiri dari sepasang baling-baling untuk mengamati objek ditemukan di atas instrumen dan garis pengukur yang tegak lurus terpasang di puncak. Terdapat dua busur, busur pertama dengan skala 90°, dan busur kedua dengan skala 15 bagian dengan jarak yang sama, masing-masing 6°. Selain itu, 30 garis berjarak sama, disebut garis Sines, terdapat di bawah baling-baling.

Garis pengukur dibagi menjadi potongan yang sama sesuai ukurannya dengan ruang antara garis yang berjarak sama pada instrumen, tanda pada pengukur akan menyentuh tepi instrumen

Instrument ini pertama kali disebutkan di india pada Brahmasphutasiddhanta dari Brahmagupta (lahir tahun 598 – wafat sekitar tahun 665). Brahmagupta merupakan Ilmuan ulung dari para astronom India kuno yang memiliki pengaruh mendalam dan langsung pada astronomi Islam dan Bizantium  dan kemudian di uraikan dalam The Siddhantasundara of Jnanaraja menggunakan bahasa sanksekerta sekitar tahun 1503 M dan ditunjukkan dalam Gambar 1

            Gambar 1. Rubu’ Al-Mujayyab /Sine Quadrant

 

Astronomi adalah ilmu yang telah dipraktekkan di India sejak zaman kuno yang berfungsi sebagai pendamping astrologi, menyediakan metode dimana konfigurasi planet bisa dihitung untuk waktu tertentu, atau gerhana bulan diprediksi. Astronomi juga dipraktikkan dalam pelayanan ritual dan terbiasa menententukan arah mata angin. Risalah India tentang astronomi telah turun kepada kita sejak masa awal. Ada berbagai jenis risalah seperti itu, salah satunya The Siddhantasundara of Jnanaraja Dalam bahasa India klasik astronomi, siddhanta adalah risalah komprehensif yang tidak hanya memberi pembaca rumus matematika yang dibutuhkan untuk menghitung posisi planet dan gerhana bulan, tetapi juga menyajikan teori, model yang mendasarinya dan juga membahas secara detail instrumen astronomi yang bernama Sine Quadrant atau Rubu’ Al-Mujayyab. Siddhantasundara adalah risalah penting, yang berdiri pada titik waktu yang unik dalam sejarah astronomi India yang  menandai dari awal periode modern dalam astronomi India. Buku ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris yang diterbitkan Johns Hopkins University Press disertai oleh pengantar dan komentar pada teks.

 

Tags: rubu mujayabSine Quadrant
Previous Post

Hari Asteroid Internasional

Next Post

‘Clyde’s Spot,’ Sebuah Badai Besar Baru di Jupiter

Next Post
‘Clyde’s Spot,’ Sebuah Badai Besar Baru di Jupiter

'Clyde's Spot,' Sebuah Badai Besar Baru di Jupiter

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU