• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Klasifikasi Sains Menurut Ibnu Khaldun

Admin Website by Admin Website
August 31, 2022
in Info Astronomi
0
Klasifikasi Sains Menurut Ibnu Khaldun
805
SHARES
3.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh:  Hasrian Rudi Setiawan

Tim OIF UMSU

 

Al-Farabi merupakan ilmuwan yang mula-mula berusaha mengklasifikasikan sains. Usaha tersebut dilanjutkan dengan beberapa modifikasi dan perincian selama abad berikutnya. Diantaranya oleh Ibnu Sina dalam buku penyembuhan (kitab Al-Syifa’) dan karyanya dalam sebuah makalah tentang klasifikasi sains intelektual, selain itu juga, modifikasi juga yang dilakukan oleh Ikhwan al-Shafa dalam Risalah mereka yang terkenal. Akan tetapi studi lengkap dan terperinci tentang sains dan klasifikasinya baru muncul dalam karya pengarang-pengarang abad ke-8 H/ 14 M  hingga abad ke-10 H/ 16 M, Misalnya karya Ibnu Khaldun yang berjudul pengantar sejarah (Muqaddimah),  yang di dalamnya memuat salah satu penjelasan dan klasifikasi terbaik tentang sains muslim.

Analisa sains Ibnu Khaldun mencerminkan hasil pemikiran dan pengamatan cermat suatu babak sejarah oleh seorang sarjana muslim dan ahli sejarah yang teliti, yang boleh dikatakan berada diluar peristiwa sejarah tersebut. Dalam pengantar sejarahnya, Ibnu Khaldun juga meneliti seni dan sains di dunia Islam dan mendefinisikan tujuan serta jangkauan setiap disiplin ilmu. Meskipun pengantar ini tidak dipelajari secara universal pada periode-periode sesudahnya, klasifikasi yang dibuatnya memuat secara ringkas rencana yang mengatur pengkajian seni dan sains pada kebanyakan sekolah agama Islam sepanjang abad abad yang lampau. Walaupun banyak sekolah ini, khusus di kalangan Sunni,  tidak mempelajari semua subjek yang diperinci Ibnu Khaldun, namun mereka biasanya menerima dasar klasifikasinya,  yang mereka anggap sebagai versi final pembagian Islam atas sains.

Menurut Ibnu Khaldun, sains yang dikaji di dunia Islam, dapat dikhlasifikasikan secara umum menjadi  dua bagian:

  1. Filosofis dan intelektual (yang dapat dipelajari secara alamiah oleh manusia dengan menggunakan penalaran dan intelegensi yang dimiliki sejak lahir). Adapun sains filosofis dan intelektual diantaranya adalah:  1) logika; 2) sains alam atau fisika, misalnya  ilmu pertanian, ilmu medis dan lainnya; 3) Sains tentang benda di luar alam atau metafisika; 4)  sains yang berhubungan dengan kuantitas,  diantaranya geometri (optika bidang datar dan cekung cembung),   aritmatika ( sifat-sifat bilangan,  cara menghitung,  aljabar,  transaksi dagang, Perhitungan warisan),  musik,  astronomi ( pembuatan tabel astronomi,  gerak benda-benda langit,  astrologi).
  2. Sains yang disampaikan ( yang hanya dapat dipelajari dengan cara  penyampaiannya,  yang kalau ditelusuri akhirnya akan sampai pada penemu sains tersebut dan dalam hal sains agama,  Kembali ke sumber Wahyu). Adapun sains yang disampaikan di antaranya adalah: 1)  Quran,  dan pembacaannya; 2)  Hadits,  ucapan Rasul dan rantai sambungan penyampaiannya ( Isnad); 3) Jurisprudensi, fiqih; 4)  teologi; 5)  sufisme (tasawuf); 6) Ilmu Bahasa.

 

Previous Post

Gugus Bintang, Penunjuk Luasnya Langit

Next Post

UMSU dan Pusat Peradaban Langit di Tanah Barus

Next Post
Barus

UMSU dan Pusat Peradaban Langit di Tanah Barus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU