• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Info Astronomi

Pertanyaan Pertama Anak-anak Tetang Alam Semesta

Admin Website by Admin Website
August 31, 2022
in Info Astronomi
0
1.4k
SHARES
6.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

OIF UMSU telah mengadakan diskusi rutin seminggu sekali, tepatnya di hari Sabtu. Berikut adalah materi pembahasan diskusi pada pekan ini.

Sesuatu hal yang biasa kita jumpai, yaitu ketika seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Sebagai orang tua, kita perlu memberikan jawaban yang terbaik sesuai dengan tingkat pemahamannya.

Orang tua terkadang sebagian merasa repot dengan berbagai pertanyaan sianak yang unik tanpa henti, “ ibu/ayah, apa itu?”, “mengapa begitu?”, “bagaimana bisa begitu?” dan lain-lain. Sebagian orang tua bosan memberikan jawaban, sebagian lagi tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya.

Perlu diketahui bahwa ketika kita memberikan jawaban atas pertanyaan unik anak-anak, bukan berarti permasalahan akan selesai. Akan ada muncul lagi pertanyaan-pertanyaan susulan yang unik-unik. Karena itulah, menjawab pertanyaan anak tidaklah mudah. Orang tua harus menyusun kata-kata yang mudah di pahami anak-anak seusia dengan tingkatnya.

Nah, di artikel ini akan membantu para orang tua, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan unik, dan akan dilengkapi dengan gambar untuk membantu anak-anak memahami isi artikel.

Apakah langit itu ?

Langit terletak diatas permukaan bumi dan digolongkan

sebagai lapisan atmosfer. Atmosfer terdiri dari banyak gas dan

udara yang terbagi menjadi beberapa lapisan yang berbeda. Langit

sering terlihat berwarna biru di siang hari kerana pantulan cahaya

Matahari. Tetapi, warna langit akan berubah menjadi merah ketika

senja atau hitam saat turun hujan.

Apa itu Matahari ?  

Matahari adalah benda langit berbentuk bola gas,

dan matahari menghasilkan energi panas dan sinar. Matahari

di golongkan sebagai Bintang karena dapat menghasilkan cahaya

sendiri.

Kenapa bisa terjadi siang dan malam ?  

Siang dan malam terjadi akibat adanya rotasi Bumi. Rotasi

bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Dikatakan Siang hari, apabila bagian Bumi terkena sinar cahaya Matahari. Sedangkan

malam apabila bagian Bumi yang tidak terkena sinar cahaya

Matahari.

Kenapa bintang matahari terlihat besar, sedangkan bintang di malam hari  terlihat kecil?  

Karena Matahari merupakan bintang terdekat dengan Bumi,

tidak seperti bintang-bintang lainnya yang jaraknya sangat jauh dari bumi

Apa perbedaan bintang dan planet ketika malam hari ?  

Jika kita melihat bintang di malam hari, bintang akan terlihat seperti cahaya yang berkelap-kelip, sedangkan Planet seperti cahaya terang tetapi tidak berkelip

Mengapa Bintang tidak terlihat saat siang ?  

Sebenarnya bintang selalu ada di angkasa, baik malam

maupun siang. Tetapi bintang hanya bisa dilihat ketika malam. Pada siang hari, cahaya Matahari lebih kuat sinarnya sampai ke Bumi.

Itulah, cahaya bintang tidak terlihat.

Dari mana datangnya air hujan ?  

Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Air

ini berasal dari air di permukaan bumi (danau, sungai, laut, dan lain sebagainya) yang menguap oleh panas matahari. Air yang menjadi

uap melayang di udara dan terus bergerak ke langit. Nah, di langit

yang tinggi uap-uap air itu mengalami proses pemadatan hingga

membentuk awan. Lalu, angin menggerak awan ke sana kemari.

Akibat angin pulalah, awan-awan dapat berkumpul dan membesar,

lalu bergerak ke bagaian bumi yang dingin, kemudian uap-uap air di dalam awan itu akan mengembun menjadi butir-butir air. Semakin

banyak butiran air yang terbentuk, angin tidak mampu lagi

menopangnya karena berat. Akibatnya butir-butir air itu pun jatuh

kepermukaan bumi sebagai hujan.

Mengapa pada malam-malam tertentu bulan tidak tampak?  

Bulan tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri. cahaya bulan yang terlihat berasal dari cahaya matahari yang dipantulkan

kembali ke bumi oleh bulan. Bagian permukaan bulan yang terlihat adalah permukaan bulan yang menerima cahaya matahari, dan

sebaliknya. Bagian bulan yang terlihat dari bumi akan berbeda-beda sepanjang waktu. Ada kalanya, bulan hanya tampak seperti sabit,

hanya separuh, atau bahkan tak tampak sama sekali.

Kenapa Pluto tidak di anggap planet ?

Pluto pernah dianggap sebagai planet, tapi saat ini diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Untuk dianggap sebagai planet, benda langit harus mengitari Matahari berbentuk bulat,

Kenapa banyak area gelap di Bulan ?

Bulan memiliki banyak area gelap. Area-area tersebut terbentuk

dari tabrakan asteroid yang terjadi masa-masa awal pembentukannya

miliaran tahun lalu. Karena bulan tidak punya atmsofer, sehingga tidak ada pelindung pada permukaan Bulan. Area gelap di Bulan dikenal

sebagai mare, yang berasal dari bahasa latin, artinya “laut”.  



Tags: alam semestapertanyaan
Previous Post

Pengamatan Hilal Rajab 1441 H

Next Post

Observatoria Edisi 10

Next Post
Observatoria Edisi 10

Observatoria Edisi 10

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU