• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Mizwala Masjid Al-Azhar

Admin Website by Admin Website
November 5, 2024
in Artikel, Kolom, Uncategorized
0
Mizwala Masjid Al-Azhar
567
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Dosen FAI UMSU dan Kepala OIF UMSU

Masjid Al-Azhar (Jami’ al-Azhar) merupakan masjid bersejarah dan berusia sangat tua, masjid ini banyak memiliki peninggalan benda-benda astronomis bersejarah dengan konstruksinya masing-masing. Diantara peninggalan astronomis masjid ini adalah mizwala atau jam matahari. Para sejarawan mencatat mizwala Masjid Al-Azhar (Mizwalah al-Jami’ al-Azhar) ini terhitung mizwala antik dan legendaris. Dalam konstruksi mizwala ini terbuat dari bahan marmer (ar-rakham) dengan ukuran satu meter dan lebar delapan puluh sentimeter. Adapun posisinya terletak di sisi depan bagian barat halaman masjid atau di sisi sebelah kanan dari pintu masuk bagian belakang. Mizwala ini terpasang (tergantung) di salah satu tiang masjid dengan menghadap kearah matahari.

Dalam konstruksinya lagi mizwala ini dikelilingi bahan kayu pada bagian tepinya, yang dilintasi secara vertikal oleh garis meridian dengan gnomon di bagian atasnya. Dalam konstruksinya lagi pada mizwala ini terdapat garis waktu (jam) sebelum tengah hari yang dibagi menjadi tujuh waktu, selain itu terdapat pula skala derajat jam yang ditulis dengan angka sedikit menonjol dari permukaan mizwala.

Halaman tengah Masjid Al-Azhar (Dokumentasi Pribadi)

Mizwala Masjid Al-Azhar (Sumber : https://www.elwatannews.com)

Cara kerja mizwala ini sama dengan mizwala lainnya yaitu melalui pantulan sinar matahari guna mendapatkan dan mengetahui arah bayang-bayang matahari. Dalam aplikasinya mizwala ini berfungsi menentukan waktu-waktu siang hari, terutama menentukan waktu salat Zuhur dan Asar. Selain menentukan waktu Zuhur dan Asar, dalam konteks Masjid Al-Azhar silam, mizwala ini juga berfungsi guna mengatur dan menentukan waktu belajar (talaqqi) para syaikh dan pelajar Al-Azhar waktu itu. Seperti diketahui, Masjid Al-Azhar yang berdampingan dengan Universitas Al-Azhar memiliki khazanah dan tradisi keilmuan yang kuat dan masif, salah satunya adalah tradisi menuntut ilmu (talaqqi) di sudut-sudut masjid setiap harinya. Dalam rutinitas belajar itu tentu memerlukan penjadwalan (waktu), maka dalam hal ini mizwala digunakan dan menjadi instrumen pengatur waktunya.

Mizwala ini sendiri tercatat dikonstruksi oleh seorang astronom Al-Azhar bernama Hasan al-Jabarty (w. 1188 H) yang merupakan ayah dari seorang sejarawan populer Abd ar-Rahman al-Jabarty (w. 1240 H). Hasan al-Jabarty sendiri merupakan tokoh yang dekat dengan penguasa Ottoman ketika itu yaitu Ahmad Basya Kur (yang berkuasa di Mesir tahun 1163 H/1749 M), yang mana sang penguasa ini memiliki kecintaan terhadap astronomi dan matematika. Bahkan sang penguasa ini sampai berbolak-balik kepada Hasan al-Jabarty dua kali (dua hari) dalam sepekan guna membaca dan mempelajari buku-buku matematika dan astronomi. Dalam sejarah sang penguasa ini dikenal begitu memuliakan dan mencintai astronomi dan matematika. Konon penguasa Ottoman ini adalah yang punya inisiasi membuat dua mizwala yang terbuat dari bahan marmer yang keduanya dipasang dan dihadiahkan untuk Masjid Al-Azhar. Satu diantaranya adalah yang kini masih terpasang dan masih dapat disaksikan, sementara satu lagi dahulu berada di atas atap masjid namun kini tidak terpasang lagi dan sudah dipindahkan serta disimpan di Kementerian Purbakala Mesir (wizarah al-atsar).

Pada mizwala yang masih terpasang di Masjid Al-Azhar saat ini terdapat catatan atau tulisan (bait syair) yang menggambarkan kualitas mizwala, konstruksinya, pembuatnya, dan tahun dibuat, berikut teksnya,

مزولةٌ متقنةٌ         نظيرها لايوجد
راسمها حاسمها      هذا الوزير الأمجدُ
تاريخها أتقنها         وزير مصر أحمد

Mizwala nan akurat                Yang tiada bandingannya

Pengonstruksinya adalah penentunya            Oleh Menteri ini yang mulia

Tanggalnya disempurnakan               Menteri Mesir Ahmad

Adapun kapan mizwala ini dibuat dapat dilihat pada kalimat akhir dari bait syair diatas yaitu pada kalimat أتقنها وزير مصر أحمد (atqanuha waziru mishr Ahmad) yang mana ini bermakna penggunaan sistem angka jumali (Arab: hisab al-jummal) yang populer ketika itu. Kalimat أتقنها وزير مصر أحمد ini jika dikonversi seluruhnya menjadi 1163, yang bermakna bahwa mizwala ini dibuat pada tahun 1163 hijriah. Adapun bila dirinci angka-angka pada kalimat tersebut yaitu : 53 + 330 + 223 + 557 = 1163.

Catatan lain menyatakan, konon di Masjid Al-Azhar sejatinya ada 4 mizwala, satu diantaranya terdapat di bagian tengah masjid yang berfungsi menentukan waktu Zuhur, sementara tiga mizwala lainnya berfungsi menentukan waktu Asar. Hanya saja tiga unit mizwala ini tidak ada lagi alias tidak ditemukan lagi, demikian lagi posisi atau letaknya di bagian mana juga tidak diketahui secara persis. Wallahu a’lam[]

Survei dan ekspedisi Mizwala Masjid Al-Azhar (Dokumentasi Pribadi)

Previous Post

Kunjungan SD Al Fityah Binjai

Next Post

Kunjungan dari SD Muhammadiyah 06 Medan

Next Post
Kunjungan dari SD Muhammadiyah 06 Medan

Kunjungan dari SD Muhammadiyah 06 Medan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU