• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Barbakh – Instrumen Berbentuk Teleskopik Biruni untuk Mengamati Bulan Sabit

Admin Website by Admin Website
June 27, 2023
in Artikel, Info Astronomi
0
Barbakh – Instrumen Berbentuk Teleskopik Biruni untuk Mengamati Bulan Sabit
562
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hariyadi Putraga
Tim OIF UMSU

Beberapa instrumen dalam pengamatan bulan sabit di zaman modern yang pada umumnya dikenal merupakan alat optik seperti teleskop, kamera, teropong, theodolit, monokuler, dan sebagainya. selain itu, terdapat pula instrumen analog seperti rubu al-mujayyab, astrolabe, tiang hilal tracker, serta instrumen lain yang menginput data bulan sabit saat matahari terbenam (altitude dan azimuth bulan sabit).

Tokoh astronom islam juga mengembangkan sebuah instrumen yang mirip gabungan dari kedua konsep tersebut yang bernama barbakh. Barbakh diusulkan oleh Abū al-Rayḥān al-Bīrūnī (973–1048 M) untuk memfasilitasi pengamatan bulan sabit dalam bukunya al-Qānūn al-Mas’ūdī VIII.14. Perangkat tersebut terdiri dari tabung panjang dipasang pada poros altitude yang didirikan di tengah lingkaran India (sebuah lingkaran di atas bidang datar dengan tanda yang menunjukkan empat titik mata angin), dan dapat berputar mengelilingi dirinya sendiri dan juga bergerak dalam bidang vertikal (sistem Azimuthal). 

Fungsi utama dari tabung pengamatan ini adalah untuk memberi pengamat lingkungan (ruang) yang gelap sehingga da[at meningkatkan kemampuan penglihatannya dan menghasilkan fokus daerah untuk menemukan bulan sabit kecil di dekat ufuk barat sekitar pada pengamatan awal bulan setelah diarahkan pada koordinat bulan sabit saat matahari terbenam. 

Instrumen altitude-azimut ini juga digunakan untuk mengukur koordinat horizontal benda langit atau menggunakan koordinat untuk melihat benda langit. Instrumen ini termasuk jenis instrumen astronomi “empiris”.  Tak satu pun dari instrumen klasik yang disebutkan dalam Ptolemy’s Almagest memiliki pengukuran simultan ketinggian dan azimuth benda langit sebagai fungsi utamanya.  Salah satu contoh paling awal dari instrumen altitude-azimut dijelaskan oleh Abū al-Rayḥān al-Bīrūnī untuk pengamatan bulan sabit di dekat ufuk barat (koordinat horizontal ditempatkan di dalamnya untuk melihat bulan sabit). 

Hampir tiga abad kemudian, empat instrumen Barbakh muncul pada periode pertama aktivitas di observatorium Maragha (1259–1283 M). Instrumen Ini dibangun oleh Mu’ayyad al-Dīn al-‘Urḍī (w. 1266 M), pembuat instrumen utama observatorium pada saat itu.

Instrumen Barbakh tampaknya telah mencapai tahap paling berkembangnya di observatorium Maragha, karena tidak ada inovasi signifikan dalam konstruksi dan desain instrumen ini yang dapat dikenali di observatorium Samarkan dan Istanbul. 

Tags: hariyadi
Previous Post

Rumah Peradaban SNC Fannaz Laksanakan Kunjungan Pertamanya di OIF UMSU

Next Post

Mahasiswa Ma’had Abu Ubaidah Kunjungi OIF UMSU

Next Post
Mahasiswa Ma’had Abu Ubaidah Kunjungi OIF UMSU

Mahasiswa Ma'had Abu Ubaidah Kunjungi OIF UMSU

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU