OIF UMSU menyelenggarakan Diskusi Observatorium & Astronomi (DOA) Spesial Ramadan 1444 H yang pertama dari empat rangkaian DOA selama bulan Ramadan dengan tema, ” Bilangan Bulan Puasa Nabi SAW dalam Hadits-Hadits Rukyat” bersama narasumber Bapak Dr. Firdaus Bin Yahya dari Darul Huffaz Learning Centre, Singapore dan dihadiri tokoh-tokoh Falak se-Indonesia serta puluhan peserta dari berbagai daerah dan kalangan. Pada Rabu (29/03).
.
Kepala OIF UMSU, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa program DOA Spesial Ramadan 1444 H ini terdiri dari beberapa narasumber
“Ada empat narasumber kita pada program DOA Spesial Ramadan 1444 H kali ini yaitu pertama Dr. Firdaus Bin Yahya, Kedua Prof. Dr. Mulyadi Kartanegara, Ketiga Prof. Dr. Baharuddin Zainal dan keempat saya sendiri sebagai tuan rumah”
.
Dr. Arwin juga menyampaikan harapannya agar nantinya kita mendapatkan pencerahan dan wawasan dari apa yang disampaikan oleh narasumber –narasumber kita pada DOA Spesial Ramadan 1444 H kali ini
.
Dr. Firdaus Yahya dari Darul Huffaz Learning Centre, Singapore dalam materi menyampaikan bahwa orang Arab hingga di Zaman Rasulullah SAW menggunakan kalender Luni Solar
.
“Selepas Rasul hijrah ke Madinah kalender lunisolar orang arab ini terus digunakan oleh umat Islam, tidak ada satu nash dari Al-Qur’an dan Hadis yang menunjukkan Rasulullah SAW setibanya di Madinah memerintahkan untuk menukar Kalender LuniSolar orang arab agar ditukar ke Qamari atau lunar seperti yang kita gunakan sekarang ini”jelasnya
.
Dalam uraian persentasinya, Dr. Firdaus menuliskan bahwa Pembatalan kalender Lunisolar orang Arab hanya berlaku pada tahun 9 Hijrah selepas turun ayat 37 surah Taubah. Dan beliau menegaskan untuk semua tarikh yang berlaku ketika Rasulullah hidup walaupun di Madinah konversi tersebut tidak tepat, karena tidak mengambil sistem masyarakat arab yang menggunakan lunisolar kalender bukan solar kalender.
.
Dari uraian diatas Dr. Firdaus menganalisa lebih lanjut peristiwa dan data Hisab Ramadan dan syawal di zaman Rasulullah SAW sehingga memperoleh kesimpulan bulan Ramadan yang mempunyai 29 Hari adalah lebih banyak dari pada yang 30 Hari.
.
“Rasulullah SAW sambut 9 kali Ramadan bilangan bulan Ramadan yang mempunyai 29 Hari adalah lebih banyak dari pada yang 30 Hari. Maka tahun-tahun 2,3,8,9 dan 10 Hijrah adalah 29 Hari Ramadan, Hanya Tahun 6 dan 7 sahaja kekal 30 hari Ramadan kerana kedudukan hilal bawah ufuk ” jelasnya
.
Kemudian acara ditutup dengan tanya jawab oleh peserta yang hadir melalui via zoom dan closing statement dari narasumber. Acara kegiatan ini ditayangkan kembali melalui Chanel Youtube OIF UMSU
Klik untuk download materi “Menganalisa Puasa Rasulullah SAW 29 Hari lebih banyak dari pada 30 Hari di Bulan Ramadhan”











Tahun 2,3,8,9 dan 10 selama 29 hari 6 dan 7 selama 30 har. Terus thun ,4, 5 gimana?