• id Indonesian
    • en English
    • id Indonesian
OIF UMSU
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel
No Result
View All Result
OIF UMSU
No Result
View All Result
Home Artikel

Equation of Time dan Faktor Penentunya

Admin Website by Admin Website
February 9, 2023
in Artikel
0
Equation of Time dan Faktor Penentunya
738
SHARES
3.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Muhammad Dimas Firdaus

Equation of Time atau dalam Bahasa Indonesia dikenal Perata Waktu dan dalam Bahasa Arab dikenal Ta’dil al-Waqt/Ta’dil al-Zaman/Daqaiq al-Tafawwut (تعديل الوقت/تعديل الزمان/دقائق التفوَت) merupakan selisih antara waktu kulminasi Matahari hakiki dengan waktu kulminasi Matahari rata-rata. Maksudnya bagaimana?

Untuk contoh praktisnya, biasa digunakan untuk waktu salat Zuhur. Awal waktu salat Zuhur adalah ketika Matahari tergelincir ke arah barat, namun dalam perhitungannya digunakan waktu kulminasi sebagai acuan, yaitu ketika Matahari tepat berada pada garis meridian. Dalam waktu hakiki, saat posisi Matahari tepat berada pada garis meridian berarti pukul 12:00, namun dalam waktu rata-rata (waktu yang digunakan sehari-hari) posisi Matahari berada di meridian tidak selalu pukul 12:00, terkadang lebih atau kurang. Selisih ini disebut dengan Equation of Time. Untuk mengetahui nilai Equation of Time dapat menggunakan hitungan sederhana sebagai berikut:

EoT = Waktu Rerata – Waktu Hakiki

Mengapa bisa terjadi Equation of Time? Bumi mengitari Matahari pada orbit yang berbentuk elips dengan Matahari berada pada salah satu titik apinya (Orbit Eccentricity). Oleh karena itu pergerakan Bumi bisa lebih cepat dan juga lebih lambat, tergantung posisinya terhadap Matahari. Selain karena itu rotasi Bumi pada porosnya memiliki kemiringan terhadap ekliptika (Obliquity), hal ini mengakibatkan panjang hari menjadi berbeda di setiap waktunya. Gabungan antara dua kondisi ini mengakibatkan adanya selisih antara waktu hakiki dan waktu rata-rata. Waktu hakiki tidak dapat dijadikan acuan karena panjang siang dan malam serta lama satu hari akan selalu berbeda, sehingga diperlukan waktu rata-rata sebagai acuan.

sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Equation_of_time#/media/File:EquationofTimeandAnalemma.gif

Nilai Equation of Time paling tinggi sekitar 16 menit di sekitar Bulan Oktober hingga November. Sedangkan nilai paling rendah sekitar -14 menit di Bulan Februari. Setiap tahun nilai ini cenderung tetap, namun ada sedikit perubahan dikarenakan Bumi tidak berputar pada jalur yang rata. Jika diilustrasikan, beberapa gerak Bumi yang memengaruhi kondisi ini adalah sebagai berikut:

Credit: NASA/JPL-Caltech
Credit: NASA/JPL-Caltech
Credit: NASA/JPL-Caltech

Dengan adanya siklus-siklus tersebut ada perubahan terhadap nilai Equation of Time, namun karena siklusnya yang sangat lama nilainya cenderung tetap. Hal ini menjadi dasar dalam pembuatan jadwal salat sepanjang masa. Dengan asumsi nilai Equation of Time dan deklinasi tetap, maka jadwal waktu salat dapat dibuat sepanjang masa.

Tags: kolom
Previous Post

Nilai Equation Of Time Pada Astrolabe

Next Post

Skywatcher HEQ5 PRO SynScan

Next Post
Skywatcher HEQ5 PRO SynScan

Skywatcher HEQ5 PRO SynScan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tik-tok

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Motto
    • Instrumen
      • Instrumen Modern
      • Instrumen Klasik
    • Tim OIF UMSU
  • Kegiatan
    • Pengukuran Arah Kiblat
    • Observasi Benda Langit
    • Pelatihan dan Praktikum
    • Kerjasama
    • Pengabdian dan Penelitian
  • Galeri Kunjungan
    • Kunjungan Pelajar
    • Kunjungan Mahasiswa
    • Kunjungan Umum
    • Kunjungan Tokoh
    • Kunjungan Istimewa
    • Kunjungan Internasional
  • Hasil Observasi
    • Data Hilal
    • Upload Hilal
  • Karya
    • Terbitan
    • Produk
    • Majalah Observatoria
  • Publikasi
    • Kolom
    • Berita
    • Info Astronomi
    • Artikel

© 2025 OIF UMSU